oleh

Universitas Muhammadiyah Parepare Dan Lazismu Hadirkan PCIM Prancis Ceramah Tentang Covid-19

SUARATIMUR – PAREPARE- Pada sesi ke-4 pengajian I’tikaf Ramadhan 1441, Lazismu Parepare bekerjasama Universitas Muhammadiyah Parepare yang dilaksanakan pada hari Sabtu 16 mei 2020 via Zoom ini mengundang Pemateri dari benua Eropa untuk ceramah tentang Virus Corona.

Pembicara tersebut adalah Andar Nubowo,DEA yang saat ini sebagai penasehat Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Prancis yang sementara menempuh penyelesaian studi Program Doktor dengan beasiswa.dari negeri menara Eifel

Mas Andar memberikan inspirasi, motivasi dan Informasi terkini terkait banyak hal khususnya suasana Negara prancis dengan adanya virus berbahaya ini.

Dalam Ceramahnya dari Negeri Menara Eifel ini Mas Andar menggambarkan situasi pandemik Covid-19 di Eropa, beliau menggambarkan awal kehadiran virus Corona banyak pemimpin negara meremehkan virus ini sehingga menimbulkan banyak korban salah satunya adalah perdana menteri Inggeris.

Begitupun Amerika Presiden Donald Trump dikecam warganya karena lambat mengambil langkah antisipatif Ungkap Peraih Beasiswa Program Doktor di negara Prancis tersebut

Selain dari Prancis yang tak kalah menariknya adalah kehadiran Narasumber dr Corona Rintawan,Sp.EM
Dokter spesialis Emergency ini diundang khusus untuk memberikan pencerahan dan wawasan tentang Virus Corona.

Meskipun informasi tentang Covid-19 ini sudah sering kita mendengarkan dari para pakar namun ini agak unik karena yang mengupas tuntas adalah seorang dokter yang namanya juga Corona.

Beliau adalah wakil Ketua Muhammadiyah Covid-19 Cammand Center (MCCC) Pusat yang juga Staf Khusus Gugus Tugas Covid-19 BNPB,

“Kami sengaja mengundang untuk memberikan info terkini terkait kondisi bangsa dalam menghadapi Covid yang sangat berbahaya ini” Ungkap Saiful Amir selaku Host dan sekretaris Lazismu Parepare.

Dr Corona mengajak seluruh warga muhammadiyah untuk mentaati maklumat PP Muhammadiyah dan Protokol Kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah agar secara bersama-sama memutus mata rantai penyebarannya.

“Karena ini terkait eksistensi generasi kedepan, ya mari kita bersabar, tetap pakai masker, Jaga jarak,sering-sering cuci tangan pakai sabun, karena kalau kita tidak bisa menahan diri boleh jadi kita bisa menjadi penyebab tertularnya virus ini kepada keluarga kita sendiri” Ungkap pria asal Lamongan ini.

Dalam diskusi via Zoom ini mendapat tanggapan yang antusias dari para partisipan yang tidak hanya dari parepare menjadi peserta tetapi dari hampir semua kebupaten se sulawesi selatan menjadi partisipan bahkan dari jawa dan papua.

Pembicara lain yakni Dr.Abbas Baco Miro,Lc,MA (Sekretaris majelis Tarjih Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel) memberikan perspektifnya dari sudut agama Islam terkait dengan Covid-19 ini.

Dalam pemaparannya bahwa Covid ini adalah musibah dari Allah SWT untuk umat manusia sebagai ujian bagi orang yang beriman dan menjadi teguran dan peringatan Allah kepada manusia yang lalai dan ingkar dengan musibah ini seyogyanya manusia harus lebih dekat dengan agama dan melakukan instropeksi diri.

Doktor Hadis Alumni Pakistan ini dalam menjawab pertanyaan peserta terkait banyaknya rumah ibadah ditutup selama pandemik ini terjadi, termasuk shalat jumat diganti dengan shalat dhuhur begitu pula shalat idul fitri nanti dijawab dengan dalil-dalil yang sangat kongkrit bahwa keputusan tarjih muhammadiyah itu tidak menggunakan Zonasi Merah, kuning dan hijau, akan tetapi maklumat itu berlaku di wilayatul hukmi (semua wilayah Indonesia) karena ini adalah pandemik global.

“Mari kita bersabar sejenak, jangan beribadah dengan emosi mari selamatkan nyawa manusia karena salah satu tujuan syariat adalah hifzun Nafs. Mari perbanyak ibadah, Dzikir dari rumah bahkan kita lakukan shalat Idul Fitri dari rumah saja” Ungkap Doktor ilmu Hadits ini.

Sfl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru