oleh

Tokoh Pemuda Pangkep “Partisipasi Masyarakat Penentu Keberhasilan Demokrasi”

-Berita, politik, Sulsel-119 x dilihat

PANGKEP-SUARATIMUR.Com- Pesta Demokrasi kembali mewarnai negeri ini, tepatnya pada bulan Desember, Bangsa Indonesia akan kembali melakoni hajatan politik 5 tahunan.

Pemungutan suara serentak ini akan berlangsung di 270 wilayah di Indonesia : 9 provinsi, 37 kota dan 224 Kabupaten

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan sebuah hajat yang melibatkan banyak pihak, bahkan melibatkan pula masyarakat di suatu daerah untuk menentukan siapa yang akan memimpin daerahnya selama 5 tahun kedepan

Masyarakat juga harus siap untuk menjaga dan mengawal pelaksanaan Pilkada agar hajat tersebut dapat berjalan secara aman dan damai

Khusus diwilayah Kabupaten Pangkep Pilkada tahun ini diprediksi berpotensi rawan terjadinya konflik akibat massifnya provokasi di dunia maya khususnya grup diskusi Demokrasi dan Pilkada Pangkep ( Fb) dengan mengangkat isu mengenai SARA dan informasi Hoax

Hal ini disampaikan tokoh Pemuda Kab Pangkep Muh.Muardi H lewat aplikasi WhatsApp ke media suaratimur.com,Senin, (7/9/2020)

Menurut dia hal itu dapat menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan kelompok masyarakat tertentu berdasarkan isu provokatif dampaknya masyarakat menjadi terprovokasi dan memicu keresahan.

” Namun kita dapat memfilter semua ini karena massifnya sosialisasi literasi media, hanya melalui literasi media inilah, masyarakat lebih cerdas dalam menyikapi setiap informasi yang beredar, mari kita gunakan media sosial bergerak untuk memberikan pesan damai Pilkada agar menjadi faktor penyeimbang di tengah masyarakat” ucap Muardi

Tokoh pemuda sekaligus Ketua Umum PP IPPM Pangkep Wahyu Rifky juga mengatakan masyarakat kabupaten Pangkep diharap berpartisipasi dalam pilkada agar berjalan secara sukses, bersih, aman, damai dan sejuk

“Meski beda pilihan dalam Pilkada, mari kita jaga, rawat persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat. Jangan sampai pesta Demokrasi yang tidak lama lagi digelar dapat memecah belah masyarakat Pangkep,  Jangan sampai hanya beda pilihan mengakibatkan kita saling benci dan bermusuhan” tegas wahyu

” Walaupun berbeda pilihan sebagai warga negara indonesia wajib menjunjung tinggi falsafah dasar negara indonesia yakni Pancasila menerapkan dalam bingkai lokal kedaerahaan sipakainge, sipakalebbi, sipakatau” lanjutnya

Wahyu Rifky menegaskan bahwa peranan Organisasi Kepemudaan ( OKP) dalam mengawal Pilkada serentak khususnya pangkep sangat dibutuhkan mestinya dalam rangka mencegah money politik , ujuran SARA dan Black Campaing seharusnya pihak peyelenggara dalam hal ini KPU dan Bawaslu kab. Pangkep membuat satu kegiatan dialog yang melibatkan seluruh organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan dalam membahasa pilkada serentak ditengah Covid – 19 ini

“Karena suksesnya Pilkada akan menjadi momentum untuk melahirkan pemimpin yang disegani rakyatnya , pemimpin yang bertanggung jawab dan menghargai keberagaman. Jika setiap pesta Demokrasi melahirkan pemimpin yang bersih maka yang akan merasakan manfaatnya sendiri adalah rakyat. Kami juga mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Pangkep untuk mari kita bersama-sama mewujudkan Pilkada yang aman, nyaman, damai dan berkualitas,” jelasnya

(Aa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru