oleh

Senja “Kamu”

-Berita, Sosial-47 views

#Riz Aulia Mhusdhaliva#

Ada setiap kisah dibalik senja
Ada rasa yang masih menggelitik sebelum petang
Itu dulu, saat aku menikmatinya sendiri.

Memendam, merindu, mencinta dalam diam.
Setiap rasa yang kau simpan dalam sebuah tanda tanya
Mengandai-andai jarak yang menganga
Aku sempat lelah sebelum ini

Tapi waktu akhirnya berdamai
Begitu sederhana, memulakan temu yang kemudian menjadi kita
Bersama senjaku, aku tak lagi memandangnya sendirian.
Bersama kebekuanku, kau datang mencairkan.

Perjumpaan sekejap pandang kita yang menggelitik jiwaku, seketika.
Kemudian ditiap hari kubingkai senyum itu dalam sebuah kata rindu

Rindu yang tak punya takaran.
Dalam setiap aku memandang senja, bersamamu.
Setiap harapan, diiringi aminmu.
Setiap doa, untuk kita.

Senja: kamu.
Cukup sederhana.
Lagi-lagi aku tak menikmatinya sendiri, sayang.
Walau tanpa jasadmu, rasanya kau masih tetap menemaniku.
Hanya kau yang selalu akan aku rindukan lewat senja
Hanya kau yang ada dalam setiap pengharapan menuju petangku.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed