oleh

PJU Lamongan Gunakan Tenaga Surya

SUARATIMUR-LAMONGAN- Sebanyak 450 unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU TS) baru dibangun di Lamongan. Ini bagian untuk mengurangi penggunaan PJU dengan sumber tenaga konvensional

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto meresmikan penggunaanya secara simbolis di Perum Tambora Lamongan, Sabtu (9/2).

Turut mendampingi Dwi Soetjipto dalam kesempatan itu Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Energi Baru, Terbarukan, dan Konversi Energi pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Noor Arifin Muhammad dan anggota Komisi VII DPR RI Nasyirul Falah Amru.

Sementara Bupati Lamongan Fadeli terlihat hadir bersama Sekkab Yuhronur Efendi dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dwi Soetjipto mengatakan pembangunan PJU TS itu bagian dari program pembangunan infrastruktur oleh pemerintah pusat. “Pembangunan infrastruktur itu banyak manfaatnya. Tanpanya, pembangunan tidak akan bisa lancar, “ ujarnya.

Dia juga berharap ada perluasan pemanfaatan tenaga surya untuk kegiatan lain. Terlebih untuk Lamongan yang diketahuinya sebagai daerah pertanian dengan produksi yang tinggi.

Dia menyarankan pemerintah setempat agar bekerjasama dengan kalangan akademis, misalnya dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), untuk pemanfaatan tenaga surya di bidang pertanian.

Sedangkan Fadeli berharap kedepan akan ada semakin banyak PJU TS yang bisa diaplikasikan di Lamongan. Menurut dia, PJU TS ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Lamongan.(Ali)
[10/2 15.45] Ali Muhtar Suaratimur: Pada Survei terkait indeks kepercayaan terhadap Institusi Polri yang dilakukan oleh beberapa lembaga Survei diantaranya Survei Alvara, Survei LSI, Survei Litbang Kompas, dan Survei The Gallup, Indeks Kepuasan publik terhadap Polri 87,8% menempati posisi ke-3 terbaik. Bahkan beberapa Polres juga meraih peringkat kepuasan pelayanan publik

Salah satu Polres yang meraih tingkat kepuasan diatas 76,46 % adalah Polres Bojonegoro, yang menempati peringkat ke 8 se indonesia dalam klasifikasi kota metropolitan dan megapolitan dengan indeks kepuasan 87,31%.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli saat kami konfirmasi menyampaikan bahwa Polres Bojonegoro masuk dalam klasifikasi kota metropolitan dan megapolitan karena penduduknya diatas 1.000.000.

“Untuk responden berasal dari 34 Polda dan 461 Polres yang terdiri dari responden pria dan wanita dengan paling banyak usia 21 -25 tahun dan level pendidikan mayoritas setingkat SMA,” kata Kapolres

Dikatakan oleh AKBP Ary Fadli, sebelumnya telah banyak program yang dilakukan oleh Polres Bojonegoro, diantaranya beberapa aplikasi yang diciptakan untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kepolisian.

“Alhamdulillah semuanya telah membuahkan hasil, terbukti dengan sederet penghargaan dan yang terakhir adalah penghargaan predikat WBK (Wilayah bebas korupsi) dari Menpan RB,” ucapnya.

Melalui media ini, Kapolres juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Bojonegoro yang telah membantu dalam perolehan berbagai prestasi. “Dukungan kritik dan saran masyarakat Bojonegoro selalu kami butuhkan untuk dapatnya mampu meningkatkan pelayanan yang lebih baik lagi,” pungkas Kapolres. (Ali)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru