oleh

MANUSIA ITU PELUPA

SUARATIMUR – COM- Sesuai dengan namanya Al insan artinya manusia, susunan huruf dalam bahasa Arab untuk kata “lupa” ada kemiripan An Nis-yan.

Sebagai bukti pertama Adam dan Hawa dicipta oleh Allah di Syurga kemudian dipersilahkan menikmati semua yang ada di dalamnya kecuali satu, “Jangan dekati pohon itu!!!” Dilarang langsung oleh Allah tanpa perantara seperti kita ini, lewat wahyu yang kita baca, lewat ulama, dan sahabat-sahabat Nabi langsung oleh beliau.

Tentu berbeda kekuatan perintahnya jika langsung oleh Allah, akan tetapi Adam lupa dengan larangan itu, mendekati pohon larangan itu dan memakan lagi buahnya. Pelupa.

Di dalam al Quran ada surat yang indah, Rasul gambarkan sebagai pengantinnya Al Qur’an yakni surat Ar Rahman, karena ada satu ayat yang diulang oleh Allah sebanyak 31 kali. Sepert pengantin banyak perhiasannya.

Bahasa pengulangan itu bukan tanpa maksud, agar kalimat itu berkesan di hati manusia, agar pemberian Allah tidak mudah dilupakan sehingga kita senantiasa bersyukur kepada-Nya, dan tidak ada alasan untuk mendustakan Allah.

Allah tahu hambaNya sedikit sekali bersyukur, itulah sebabnya paling tidak ada 5 ayat yang diulang dengan redaksi hampir mirip kemudian diakhiri:
قليلا ما تشكرون

4 kali dan ada satu

وقليل من عبادي الشكور

Itu adalah indikator bahwa manusia yang telah diberi fasilatas hidup di dunia ini kadang melupakan nikmat Allah, kemudian tidak mensyukurinya.

Mungkin ini juga para Politisi manfaatkan sifat dasar manusia sebagai pelupa, sehingga jika duduk di dewan atau jabatan melupakan rakyat yang beri amanah, karena mereka berfikir rakyat juga pelupa, melupakan kezaliman pemimpin kepada dirinya ketika sudah diberi money politik. Maka kerusakan dan kebobrokan pemimpinnya dilupakan, kemudian dipilih kembali.

Kita kembali kepada lupa, Allah mengajarkan doa kepada kita, agar senantiasa dimaafkan kesalahn kita karena sebab kelupaan.

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَاۤ إِن نَّسِینَاۤ أَوۡ أَخۡطَأۡنَاۚ

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.
(Al-Baqarah 286)

Bedanya manusia dengan iblis, setelah khilaf dengan kelupaan akan larangan Allah, Adam mengakui kesalahannya, sedangkan iblis ketika diminta sujud malah semakin sombong di hadapan Allah.

@RuhBaru77
ALBAHRI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru