oleh

Lomba Minat Dan Budaya Baca Digelar Dinas Perpusakaan Kab. Tuban

SUARATIMUR-JATIM. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tuban kembali menggelar kegiatan Lomba Minat dan Budaya Baca selama tiga hari mulai, Senin (07/05/2018). Perhelatan bernuansa literasi di halaman Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Tuban itu, dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Tuban, Sunarto.

Budaya membaca di kalangan masyarakat Tuban, menurut Sunarto dalam sambutannya, masih terasa asing, dan belum menjadi kebutuhan. Padahal, membaca merupakan pintu utama untuk memperoleh informasi, dan pengetahuan yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan afektif.

Menurut mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tuban itu, perpustakaan sebagai wahana pembelajaran sepanjang hayat menjadi komponen penting, untuk pengembangan dan peningkatan pendidikan. Juga sebagai sarana penunjang proses pembelajaran di sekolah, dan peningkatan kapasitas masyarakat.

Guna menjawab tantangan zaman, Sunarto menambahkan, perpustakaan telah melakukan beberapa inovasi. Diantaranya; tersedianya fasilitas internet gratis, penyelenggaraan pelatihan keterampilan berbasis ekonomi produktif, dan entrepreneurship yang aplikatif.

Saat ini dari 20 kecamatan diantaranya sudah terdapat delapan perpustakaan umum. Pada tahun 2018, akan segera berdiri tiga perpustakaan baru di Kecamatan Semanding, Singgahan, dan Kecamatan Senori. “Targetnya pada tahun 2021 di tiap kecamatan ada perpustakaan umum, bahkan bisa menjangkau ke desa-desa dan dasawisma,” tegas Sunarto.

Pemkab Tuban mengapreasiasi terselenggaranya kegiatan ini. Disarankan ke depan perpustakaan juga dapat bersinergi dengan lembaga lain, baik pemerintah maupun swasta. Hal ini sebagai upaya untuk mewujudkan Tuban Membaca, Tuban Cerdas, Tuban Sejahtera.

Sedangkan Kepala Dispersip Tuban, Joko Prijono, mengatakan, kegiatan tersebut rutin digelar tiap tahun ini bertujuan untuk meningkatkan minat, dan budaya baca bagi masyarakat. Peningkatan minat dan budaya baca mendorong masyarakat dalam melakukan literasi media.

“Nantinya dapat berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tutur Joko.

Dosen di salah satu universitas di Tuban ini menambahkan, saat ini jumlah koleksi yang dimiliki Dispersip sebanyak 87.066 eksemplar buku dengan 57.211 judul. Selain layanan perpustakaan umum daerah, Dispersip memiliki layanan perpustakaan kemitraan, perpustakaan kecamatan, perpustakaan keliling, perpustakaan di kawasan publik seperti Car Free Day dan Malam minggu di Alun-alun.

Angka minat baca juga menunjukkan tren positif. Pada tahun 2014-2015 persentase minat baca mencapai 20 persen. Pada tahun 2015-2016 minat baca masyarakat mengalami kenaikan 40 persen, dan pada tahun 2016-2017 kenaikan minat baca masyarakat mencapai 200 persen. Tiap harinya sekitar 500 sampai 1.000 orang berkunjung perpustakaan termasuk semua layanan tersebut.

Dispersip juga bersinergi dengan pihak lain seperti Polres, pustakawan, penulis, penerbit, dan sekolah.

Adapun rangkaian kegiatan Lomba Minat dan Budaya Baca terdiri dari enam lomba. Pertama, lomba Mewarnai bagi siswa PAUD yang akan diikuti 95 siswa, Kedua, lomba Melukis Caping bagi siswa TK/RA sebanyak 48 siswa. Ketiga, lomba Bercerita bagi siswa SD/MI sebanyak 32 siswa. Keempat, lomba Pidato Bahasa Inggris tingkat SMP/MTs sebanyak 28 siswa. Kelima, lomba Menulis Artikel untuk siswa SMA/MA/SMK sebanyak 41 tim. Keenam, lomba jingle perpustakaan bagi umum dengan peserta sebanyak satu dan tiga perseorangan.(@aly)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed