oleh

Kurtubi : Proyek GRR Bontang kurang Tepat!

-Berita, kaltim-38 views
Anggota Komisi VII DPR RI , Kurtubi

 

SUARATIMUR, SAMARINDA – Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi mengharapkan agar proyek Green Root Refinery (GRR) Bontang dievalusi. Dalam hal ini, Dia menilai pembangunan GRR di salah satu daerah Kalimantan itu memiliki beberapa implikasi yang kurang menguntungkan bagi Indonesia dan perusahaan Negara yaitu Pertamina.

“Sebaiknya jangan dipaksakan dibangun. Karena akan merugikan pertamina dan negara”, ujarnya di kompleks Parlemen, Senayan, Senin, 16 Oktober 2017.

Setidaknya ada beberapa alasan, menurut Kurtubi, proyek tersebut kurang tepat dibangun di Bontang. Pertama, crude intake dari GRR Bontang berasal dari crude Import bukan crude dalam negeri semisal crude dari Kaltim karena produksi crude dlm negeri sangat rendah.

“Saat ini menurut hasil survey sekitar 40% dari kebutuhan crude untuk diolah di kilang dalam negeri berasal dari impor sehingga semestinya GRR dibangun di lokasi yang dekat dengan konsumen,” terang ahli perminyakan ini.

Kedua, untuk memenuhi kebutuhan BBM di pulau Kalimantan dan Sulawesi dalam jangka panjang, dinilainya bisa tercukupi dari kilang Balikpapan yang saat ini sedang ditingkatkan kapasitasnya.

“Nah, BBM dari GRR Bontang dalam proyeksinya diperuntukkan untuk Kawasan Timur (Papua Maluku Bali Nusa Tenggara). Jarak antara GRR dengan sasaran daerah konsumen, terlalu jauh,” tegasnya.

Solusi lainnya, GRR sebaiknya dibangun di Lombok Utara dengan kapasitas sekitar 150.000 – 250.000 bph utk memenuhi BBM Bali, Nusa Tenggara, Timor Leste dan sebagian Jatim,”

Dari aspek lokasi, legislator dapil NTB ini menyebutkan, pengalihan pembangunan GRR ke Lombok Utara akan lebih tepat. Karena daerah ini terletak di ALKI yang lebar dan dalam, cocok dilalui oleh VLCC raksasa yang mengangkut crude intake yang berasal dari impor, baik crude Timur Tengah, Afrika Barat, maupun Australia.

(Marisha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed