oleh

Krisis Moral , Identitas ditengah wabah Covid 19 Penghujung Akhir Tahun

-Berita, Opini, Sosial-80 x dilihat

 

OPINI-SUARATIMUR.Com-Manusia adalah puncak ciptaan, merupakan mahluk yang tertinggi dan adalah wakil dari Tuhan di bumi. Sesuatu yang membuat manusia yang menjadi manusia bukan hanya beberapa sifat atau kegiatan yang ada padanya, melainkan suatu keseluruhan susunan sebagai sifat-sifat dan kegiatan-kegiatan yang khusus dimiliki manusia saja yaitu Fitrah. Fitrah membuat manusia berkeinginan suci dan secara kodrati cenderung kepada kebenaran (Hanif).

Sifat dasar manusia dalam hal        (kebaikan) mengantarkan dirinya bersifat seperti malaikat disisi lain sifat keburukan ( Perbuatan Buruk) manusia mengantarkan dirinya bersifat seperti Iblis bahkan akan menjadikan dirinya melebihi perilaku iblis.

Memaknai semua hal itu manusia punya cara tersendiri dalam memberikan persepsi di setiap penghujung akhir tahun . Dalam proses pergantian akhir tahun menjadi sesuatu hal yang signifikan untuk di jadikan bahan refleksi dan melihat pencapaian yang telah kita lakukan atau peroleh pada tahun sebelumnya .

Belum Lagi ditengah penghujung Akhir Tahun Bencana Covid 19 menjadi tantangan baru dan sejarah baru buat bangsa indonesia. yang semestinya kita harus membantu pemerintah dalam memerangi Covid 19 yang menimbulkan Cluster baru ditengah Penghujung akhir tahun.

Terlepas semua itu manusia memiliki persepsi bahwa akhir tahun merupakan tahun yang memberikan kesempatan tuk berkumpul bersama keluarga , kerabat bahkan dapat memberikan peluang dalam menata diri lebih baik di tahun yang akan datang , dengan membuat planning disertai dengan analisis mengenai target yang mereka lakukan di tahun yang akan datang .

Disisi lain juga beranggapan dan memandang akhir tahub sebagai sesuatu yang bersifat biasa – biasa saja dan tidak perlu dianggap sebagai sesuatu yang istimewa atau spesial

Namun, hal yang subtansial ialah bagaimna proses pergantian akhir tahun ini dimaknai dengan cara berfikir positif dan berikhtiar menata diri yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. Bukan dengan Cara hal hal negatif dengan mengeluh , pasrah , galau (Istilah Generasi Zaman Now) dengan keadaan sehingga melakukan tindakan yang tidak terkontrol yang ujung dari kegalauan berakhir pada minuman – minuman beralkhol, kadang juga berakhir dalam pelukan perempuan atau pria yang bukan muhrim , dengan begitu maka bukan lagi hal baru ketika penjualan kondom sebagai alat kontrasepsi meningkat di setiap penghujung akhir tahun,dalam moment tahun baru.

Jika proses dalam menyambut pergantian akhir tahun meruapakan sesuatu hal yang bersifat positif seperti dzikir, intropeksi diri , dirumah aja dengan menyusun agenda kerja, dan lain- lain yang lebih berguna. Dengan hal tersebut memiliki makna yang baik untuk mengawali proses pergantian tahun.

Namun, jika proses perayaan dilakukan dengan cara merusak moral atau menjadi bagian penyebaran Virus Covid 19 misalnya ; pesta miras, Narkotika, pawai atau kegiatan lainya yang tidak bermanfaat malah akan memperburuk perjalanan hidup ke depan .

Dalam mengawali Proses pergantian tahun baru ditengah wabah Covid 19 yang semakin merebak coba kita refkeksi sejenak dan tinggal dirumah saja apa yang sudah dilakukan. Dan mari membuat perencanaan terhadap hidup yang lebih baik sebagai bekal masa yang akan datang.

Saya mengajak pemuda, dan masyarakat dalam menyambut tahun baru tetap dirumah saja dan mematuhi pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan dalam mencegah dan memutus mata rantai virus covid 19

Penulis Muh Muhardi H

  1. Pengurus Pusat IPPM Pangkep Staf Bidang komunikasi dan Advokasi periode 2015 2017

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru