oleh

Kisruh Sweeping Kapal Nelayan Oleh Pokmaswas Amfibi Mendapat Sorotan Tokoh Masyarakat Tangaya

-Berita, Sulsel-23 x dilihat

SUARATIMUR – PANGKEP- Kisruh sweeping Kapal Nelayan Liukang Tangaya yang dilakukan Kelompok Masyarakat Pengawas Aliansi Masyarakat Peduli Bahari Indonesia (POKMASWAS-AMPIBI) mendapat sorotan Tokoh Masyarakat Liukang Tangaya Ramli SH, Senin (18/5/2020)

Menurutnya masyarakat melakukan protes kepada Pokmaswas Ampibi karena melakukan penggeledahan kapal nelayan secara sepihak
tanpa ada koordinasi dari pihak kepolisian dan meminta Aparat setempat meninjau kembali keberadaan organisasi ini karena memicu ketegangan masyarakat

“Kami sangat menyayangkan tindakan Pokmaswas Ampibi yang sudah melakukan tindakan diluar dari kewenangan dengan melakukan tindakan pengeledahan terhadap kapal-kapal yang dicurigai mengumpulkan ikan hasil ilegal fishing dan tindakan ini kemudian menjadi sorotan lantaran tindakan yang dilakukan itu bersifat tendensius, karena jelas-jelas kapal ayah dari ketua pokmakwas mengangkut ikan hasil tangkap ilegal fishing, harusnya ini juga menjadi dasar dari pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan terhadap juragan kapal tersebut karna sudah memuat ikan dari hasil tangkapan ilegal fishing” Ungkap Ramli,SH

Saat dikonfirmasi kepada anggota Pokmaswas Ampibi menjelaskan bahwa tugas organisasi ini melakukan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan, sebab dasar hukum pembentukan suatu kelompok masyarakat pengawas, itu berada pada UU KP dan Permen KP

” Kalau ada yang mengatakan kami arogansi dalam tindakan Sidak terhadap Kapal nelayan yang diduga mengangkut hasil ikan ilegal fishing, yang berhak menjawab itu ketua kami, sekarang masih di pulau belum bisa dihubungi sampai saat ini” Ucapnya

(Aa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru