oleh

Ketum LSM Derak Tantang KPK Bongkar Kasus Proyek Labkesda Di Pusaran RSUD Prov. Sulbar

-Berita, hukum, Sulbar-60 x dilihat

SUARATIMUR – MAMUJU-SULBAR. Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP)’ LSM Dewan Rakyat Anti Korupsi (DERAK), Husaini angkat bicara pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Prov. Sulawesi Barat di Jln. Marthadinata Kel. Simboro’ Kec.Simboro Kab. Mamuju Kota Sulbar.

Menurut Husaini kini sudah saatnya pihak KPK turun tangan membongkar dugaan kasus proyek pembangunan Labkesda di pusaran RSUD Prov. Sulawesi barat.

“Saya tantang KPK dalam mengungkap kakus – kasus yang ada di sulbar, utamanya LABKESDA Prov. Sulawesi barat yang harus di ungkap mulai dari tahap lelang sampai pelaksanaannya, K-P-K harus membuktikan taringnya dan keberadaannya di wilayah Sulbar dan jangan cuman di daerah-daerah lain saja bisa membuktikan taringnya, coba sekali-sekali buktikan di Sulbar, ” Ucap Husaini pada awak media ini di Warkop, Selasa,(15/10/2019).

Desakan Ketua Umum Derak berawal dari kontroversi publik dalam pelaksanaan proyek pembanguan Labkesda Sulbar, terkait adanya dugaan tidak miliki analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal, red).

Lebih lanjut, Husaini memaparkan penjelasannya secara tegas bahwa KPK harus membongkar kasus Labkesda Sulbar yang akhir-akhir ini menjadi topik trending di hadapan publik mulai dari hulu hingga hilirnya, harus ditelisik mulai proses tender hingga pelaksanaannya.

“Ada Apa di balik pembangunan Labkesda Sulbar yang penuh dengan sorotan Publik, hal tersebut menjadi pintu masuk KPK untuk mengungkap kasus-kasus lainnya yang ada di setiap OPD Sulbar. Dan sudah saatnya KPK membuktikan konstitensinya terhadap penegakan supremasi hukum di Sulbar”, tegas Husaini.

Jangan hanya kedatangannya melakukan pembinaan saja tanpa adanya tindakan yang tegas untuk memberikan efek jerah terhadap oknum-oknum pejabat sulbar yang di anggap merugikan Negara dan masyarakat pada umumnya,” Beber Husaini Ketua LSM DERAK.

Renovasi pembangunan Laboratorium Kesehatan (Labkes) dan Transfusi Darah yang melekat di RSUD Provinsi Sulbar ini menelang anggaran sekitar Rp.14.338.000.000 sumber anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2019.

(Ammank)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru