oleh

Karakter Dua Pemimpin

SUARATIMUR – COM- Kesamaan dua pemimpin yang akan saya tulis ini, sama-sama diberi kekuasaan oleh Allah. Wilayah yang luas, dengan kekayaan negara melimpah, teknologi yang tinggi, serta pengikut yang banyak.

Sebutlah Ramses penguasa Mesir terkenal dari salah satu raja-raja gelar Fir’aun, kekuasaannya luar biasa.

Fir’aun ini berkuasa mutlak, sehingga tidak ingin Kekuasaannya diruntuhkan oleh siapapun. Sehingga segala upaya dilakukan untuk antisipasi anasir yang akan meronrong kekuasaannya.

Pernah bermimpi melihat bayi laki-laki, kemudian ahli tafsirnya katakan itulah yang akan hancurkan kekuasaan Fir’aun nanti, karenanya dibuatlah UU otoriter, tiran, kepada rakyat, bahwa: semua bayi laki-laki yang lahir harus dibunuh.

Menurut riwayat, ratusan ribu bayi telah dibunuh atas pemberlakuan UU teroris ini, tetapi Allah Maha mengatur segala urusan, dikirim seorang bayi ke istana dengan cara yang sangat lembut, dan lewat perasaan seorang perempuan yang sangat lembut sehingga UU itu dikecualikan kepada bayi Musa, begitulah Allah membuat skenario indah untuk membungkam kekuasaan Fir’aun.

Penguasa Fir’aun yang zalim, tiran, dengan kekayaan negara yang melimpah, karena merasa dialah penguasa raja di raja mengatakan:

فَقَالَ أَنَا۠ رَبُّكُمُ ٱلۡأَعۡلَىٰ

(Fir’aun) berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi.” (Surat An-Nazi’at 24)

Dan adapula ucapan donatur kekuasaan Fir’aun yang zalim itu, Qarun dengan enteng katakan:

قَالَ إِنَّمَاۤ أُوتِیتُهُۥ عَلَىٰ عِلۡمٍ عِندِیۤۚ

Dia (Qarun) berkata, “Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku. (Surat Al Qashash: 78)

Bandingkan dengan sosok Sulaiman, pemimpin yang berkuasa pada masa itu, semua raja-raja tunduk kepadanya, bahkan semua binatang tunduk kepada kekuasaan Sulaiman bahkan jin, angin dibawa kendalinya, luar biasa.

Pernah ingin disogok oleh raja yang sangat kaya, negerinya makmur, agar bisa mengintervensi negara Sulaiman soal kebijakan, Sulaiman dengan lantang katakan “Apa yang diberikan Allah kepadaku jauh lebih besar dari itu semua” Sulaiman ini sudah selesai dengan dirinya sehingga sogokan ribuan keping emas ditolaknya, lihat kepemimpinan era sekarang intervensi negara lain luar biasa kepada negara yang belum sejahtera dengan mudah dikuasai produk UU, kebijakan infrastruktur, tender proyek, tanda tidak merdekanya seorang pemimpin negeri yang bisa terbeli dengan harta dunia.

Sulaiman Alaihis Salam dengan kebijakan yang sangat adil kepada rakyatnya, semua biatang bisa diperintah, teknologi sangat tinggi dimiliki pada masanya salah satunya memindahkan singgasana Ratu Balqis sekejap mata, beliau katakan dengan segala pemberian Allah kepadanya:

قَالَ هَـٰذَا مِن فَضۡلِ رَبِّی لِیَبۡلُوَنِیۤ ءَأَشۡكُرُ أَمۡ أَكۡفُرُۖ

“Ini termasuk karunia Tuhanku, untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). (Surat An-Naml 40)

Semua pemberian Allah diterjemahkan dengan kesyukuran dan penghambaan kepada Allah semata.
Dan pemimpin zalim itu menerjemahkan semua karunia yang didapatkannya karena kekuasaan yang dimilki, karena skill yang dimiliki, karena ilmu yang dimiliki, muncul keegoan pada dirinya sehingga mewarisi sifat iblis yang terusir dari syurga karena kesombongannya. Semoga manfaat. Dan jika ada inspirasi dishare.

By: Albahri
@RuhBaru77

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru