oleh

Kapolres Pangkep, Silaturrahim Dengan Pengurus DPW FPI Pangkep, Ini Pesannya

-Berita, Sulsel-155 views

SUARATIMUR-PANGKEP. Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah FPI Kab Pangkep bersilaturahim dengan Kapolres AKBP Tulus Sinaga, di ruang kantor Kapolres Pangkep (kamis, 19/07/2018).

Rombongan DPW FPI Pangkep bersilaturahmi dengan Kapolres baru yang minggu lalu telah menggantikan AKBP Bambang Wijanarko,S.Ik yang saat ini ditarik ke Polda Sulsel dengan jabatan barunya.

AKBP Tulus Sinaga,S.Ik,MH, sangat tersanjung dikunjungi ormas Islam yang dikenal dengan Amar Ma’ruf Nahi Mungkarnya yang bermarkas di Kota Bandeng ini, dia berharap seluruh elemen masyarakat terkhusus para ormas ormas di Pangkep dapat bersinergi dalam menjaga kota yang kita cintai bersama.

“Saya harus banyak belajar dan didampingi oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas dan seluruh elemen masyarakat Pangkep, saya tidak ada apa apanya tanpa kalian semua”. Tutur pak Tulus.

Dalam kunjungan DPW FPI Kab. Pangkep yang dipimpin langsung oleh ketua umumnya Aco M Paranrangi, S.Pd., M.Si menjelaskan bahwa organisasi FPI terbentuk beberapa tahun lalu dan selalu menjadi Mitra Polres Pangkep dalam menjaga lingkungan yang kondusif, masalah penyakit masyarakat, dan beberapa aliran aliran yang di anggap sesat menurut pemerintah.
” Kami coba melakukan pendekatan persuasif dalam da’wah dan penyadaran. Kegiatan sosial merupakan aksi kami sebagai ormas dan perlu diluruskan bahwa FPI hadir di Pangkep bukan sebagai organisasi Radikal akan tetapi kami bekerja mengedepankan rasa kemanusian”. Tutur Aco.

Dalam silaturahmi turut hadir Laskar Syarikat Pekerja Front (SPF) yang merupakan sayap juang FPI, mereka menyampaikan harapan terhadap Kapolres baru agar dinamika sosial yang ada di pangkep ini dapat ditekan, ada beberapa perusahaan yang saat ini belum membayarkan pesangon beberapa karyawan yang sudah di PHK.

“Sudah 7 bulan kami belum di bayarkan pesangonnya padahal kami ini butuh biaya hidup untuk keluarga, dan kami sebagai tenaga kerja yang sudah membesarkan perusahaan punya hak yang di atur dalam UU ketenaga Kerjaan, dan kami berharap Polres Pangkep bisa memediasi kami dengan Perusahaan”. Ucap perwakilan SPF.

Dalam silaturrahim tersebut di tegaskan lagi oleh Dr. Alwi Fatahillah,S.Pd,M.Pd Ketua Majelis Syuroh FPI bercerita tentang budaya kultur Bugis Makassar yang ada di sulawesi selatan, sebuah filosofi budaya mengatakan “kualeangangi mate accera na mate tangnganre” prinsip orang Bugis Makassar mengatakan Lebih baik mati berdarah kalau hidup kami disengsarakan.

Prinsip hidup masyarakat yang sangat keras pendiriannya dipahamkan sebagai penyebab gejolak sosial, apalagi ada beberapa faktor pemicu di Pangkep yang merupakan daerah industri besar di negara ini.

Konflik seperti ini harusnya pemerintah lihai dalam menanggapinya, lanjut Dr alwi bahwa terjadinya konflik sosial apa bila pribumi tidak dilibatkan dalam sebuah perusahaan padahal aturan ketenaga kerjaan 40% tenaga pekerja harus diserap dari masyarakat sekitarnya, tuturnya.

AKBP Tulus Sinaga mengapresiasi dan akan segerah menindak lanjuti kasus ketenaga kerjaan ini, saya akan pelajari dulu kasusnya dan secepatnya tim kami akan berkoordinasi dengan Dinas Ketenaga Kerjaan Kab. Pangkep, lagi lagi pak Kapolres menitip pesan kepada FPI “Mari kita saling bahu membahu dalam penegakan hukum yang ada di tempat ini. FPI sebagai mitra Kepolisian dapat selalu berkoordinasi dalam menjaga lingkungan yang kondusif.(Tatarala)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed