oleh

Kapolres Pangkep, “Saya Tindak Tegas Yang Main Mata Atas Penjualan BBM Bersubsidi”

-hukum, Sulsel-36 views

SUARATIMUR-PANGKEP – Menanggapi dugaan adanya oknum anggota Polres Pangkep yang diduga “Bermain Mata” dengan SPBU 74.906.27 Kalibone dan SPBU 74.906.16. Pangkajene, atas penjualan BBM bersubsidi. Di tanggapi dengan serius orang nomor satu di jajaran Kepolisian Kabupaten Pangkep. Sabtu, 3/11/2018.

Kepala Kepolisian Resort Pangkep AKBP Tulus Sinaga, S.Ik akan melakukan tindakan tegas kalau memang ada anggotanya terbukti melakukan pelanggaran.

“Kami akan bertindak sesuai aturan hukum yang berlaku. Bila terbukti ada oknum anggota kami yang terlibat dalam kasus dugaan “Main Mata” penjualan BBM bersubsidi. Tidak segan kami akan melakukan tindakan tegas, tandas Kapolres Pangkep AKBP Tulus Sinaga, S.Ik”.

“Kami akan memanggil IG untuk dimintai keterangannya seputar adanya mobil kijang pengangkut gabus ikan yang melakukan pengisian BBM yang menggunakan waktu cukup lama, Sabtu (27/10/2018).

Menurut IG ketika menyaksikan pengisian BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Pangkep, IG kemudian turun dari mobilnya untuk melihat pengisian BBM tersebut. Namun, mobil kijang tersebut ternyata memiliki tangki modifikasi. Untuk mengelabui pelanggan lain, tangki modifikasi tersebut ditutupi dengan terpal dan gabus ikan. Mobil tersebut digunakan layaknya mengangkut ikan.

Sesuai pengharapan sejumlah elemen masyarakat agar pihak kepolisian Polres Pangkep segera melakukan penyelidikan dan berharap agar ada sanksi dari PT Pertamina.

Kapolres Pangkep segera menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan atas dugaan “Main Mata” pengusaha penjualan BBM di SPBU 74.906.27 Kalibone dan SPBU 74.906.16 Pangkajene Kabupaten Pangkep.

Tunggu saja tanggal mainnya, semua akan transparan. Bila pihak pemilik SPBU terbukti melakukan pelanggaran. Niscaya yang bersangkutan akan terjerat Pasal 55 Undang-undang Tahun 2001, tentang Minyak dan Gas Bumi. Sanksi berat siap diberikan kepada para pelaku, baik pelaku modifikasi kapasitas tangki BBM maupun pemilik/pengelola SPBU.

Isi pasal tersebut, yang bisa menjerat oknum yang terlibat adalah, setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak dan disubsidi Pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60.000.000.000.- (enam puluh miliar rupiah).

Selain itu, pelaku juga kena pasal 53 UU serupa soal izin usaha pengelolaan migas. Ancaman pasal 53 adalah pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling tinggi Rp50 miliar.

Pihak kepolisian resort Pangkep akan berkoordinasi dengan pihak Pertamina guna menuntaskan masalah ini, tandas Kapolres Pangkep. (Aa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed