oleh

Kapolres Bojonegoro Ringkus Pembuat Obat Daftar G Palsu

SUARATIMUR-BOJONEGORO- Polres Bojonegoro berhasil menangkap pembuat dan penjual obat daftar G. menyediakan obat farmasi tanpa ijin . Salah satu tersangka ini bertugas sebagai peracik obat-obatan keras yang akan diperjualbelikan tanpa izin Edar maupun izin dari keahlian .

Menurut keterangan yang di dapat dari tersangka Obat daftar G atau obat keras di perjual belikan dengan cara Di Ecer langsung pada konsumen dari data yang berhasil di amankan ada obat daftar G yang ada dan resmi dari dinas kesehatan, namun sudah kadaluarsa seperti, Amoxilin ampisilin novachlor Antalgin pil KB, molar tooth dan lain Namun.

Dari semua jenis bahan diracik dalam bentuk kecil kecil kemudian bentuk kapsul kecil, Kemudian untuk diperjualbelikan kembali biasanya di kampung kampung, dan langsung di jual pada konsumen termasuk pengguna obat obatan racikannya adalah di peruntukan penjualanya pada orang-orang yang mungkin ekonominya rendah dan ini sangat berbahaya karena tidak bisa kita ketahui kadar maupun efeknya, kandungannya. jelas kapolres Bojonegoro. Pada sejumlah awak media.(12/2).

Kedua tersangka di Duga sudah memproduksi obat obat tersebut (merek Dengkul)

sekitar 5 bulan / akhir 2018 awl 2019 sampai tersangka di amankan karena kasus ini.

Wilayah Rengel Kedungadem sekar sugihwaras adalah daerah daerah yang sudah pernah di jajaki oleh pelaku, wilayah pedesaan menjadi tujuan edarnya selama ini.

“Tersangka yang dulu pernah bekerja disalah satu Apotek dan mengetahui sedikit banyak tata cara meracik obat. sehingga mencoba meracik, dengan di coba dulu sendiri, dan reaksinya bagus, akhirnya di produksi dan di pasarkan, ” jelas kapolres Bojonegoro.

Tersangkanya yang berinisial TW (52) dan AH (60) alamat balen dan Pakuwon, Bojonegoro.mereka berdua di kenai undang-undang kesehatan pasal 196 /197dengan ancaman paling lama hukuman penjara 10 th, sedangkan Fungsi obat obatan yang di racik ini menurut pelaku untuk obat pegel linu. keterangan dalam kemasan obatnya ditulis obat desa dan ekonomi rendah.

Pada saat pelaksanaan Operasi tumpas narkoba petugas melaksanakan penyelidikan, adanya informasi produksi dan penjualan obat Daftar G , kemudian informasi tersebut ,memang benar ada yang menjual obat-obatan dengan daftar G ini kepada masyarakat dan didalami dan pada saat dilakukan penyelidikan ditemukan tersangka, Dan berhasil diamankan kedua tersangka tersebut oleh Polisi polres Bojonegoro.

“Karena jenis obat yang di racik ini merupakan obat yang tidak bisa kita ukur kadar atau efeknya sehingga harapan kami adalah, masyarakat pengguna atau lebih baik membeli obat ke Apotek atau melalui resep dokter yang sudah mengetahui jenis penyakit. dan obat apa yang cocok di berikan pada pengguna obat. Karena pelaku Ini bukan Ahli atau orang yang diberi kewenangan untuk meracik atau mengedarkan obat obatan” Tegas kapolres.(Ali,)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed