oleh

Jokowi Belum Bisa Sejahterakan Rakyat, Utang Sudah Level Bahaya

SUARATIMUR-  JAKARTA. Pengamat ekonomi-politik Ichsanuddin Noorsy mengatakan, Bank Dunia telah menempatkan utang luar negeri Indonesia di level bahaya. Sebab, fluktuasinya sudah di atas 30 persen. Sementara melemahnya nilai tukar rupiah Rp. 13.500./dolar AS  terhadap Dollar AS membuat sejumlah kalangan cemas tak terkecuali kalangan anggota DPR RI.(26-11-2017).

Kondisi tersebut menurut pengamat politik dari Rumah Amanah Rakyat (RAR) Ferdinand Hutahaean, menunjukan bahwa pemerintahan Jokowi belum membawa kesejahteraan bagi bangsa dan negara. Malah membawa bangsa ke pinggir jurang krisis dan hampa kedaulatan. Selain hutang menumpuk, segudang permasalahan lainnya juga tak terselesaikan seperti merosotnya ekonomi dan defisit anggaran melebar.

“Pemerintahan Jokowi berutang ugal-ugalan dengan cepat, bahkan hutang 3 tahun sudah melampaui besar hutang pemerintahan SBY 10 tahun. Tapi hutang itu dialokasikan tidak jelas,” katanya.

Apalagi, lanjutnya, meski sudah berutang ugal-ugalan, ternyata tak cukup dan tak mampu untuk menutupi nafsu semu pemerintah terhadap isu hiperbolik infrastruktur. Utang ugal-ugalan itu masih ditambah dengan penjualan aset BUMN, swastanisasi aset BUMN dan sederet rencana aksi yang berpotensi melemahkan dan memiskinkan bangsa kelak kedepan. 

“Tidak sekedar memiskinkan, tapi juga akan menghilangkan kedaulatan bangsa dalam mengelola negara,” tegasnya. (amr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed