oleh

Ini Presentasi Capaian Hasil Program SLI Di MTs Al-Qadr Betun

SUARATIMUR – KUPANG- MTs Al-Qadr Betun merupakan salah satu sekolah inisiasi dari Sekolah Literasi Indonesia Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa yang mendapatkan pendampingan oleh Konsultan Relawan (Kawan SLI) untuk tahun kedua. Pada tahun kedua ini didampingi oleh Kawan Abdul Hamid yang bertugas mulai akhir Agustus 2018 dan berakhir pada bulan Agustus 2019.

Pada akhir kegiatan, Kawan SLI berhak untuk menyampaikan hasil capaian program selama satu tahun pendampingan. Pada kegiatan akhir ini dilaksanakan pada hari Rabu (28/08).

Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Malaka, yang diwakili Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Malaka didampingi oleh Kepala Penyelenggara Pendidikan, Bimas Islam dan PHU Kemenag Kabupaten Malaka, Ketua Yayasan dan Pengurus, Kepala MTs Al-Qadr Betun sebagai tuan rumah, Kepala MI dan RA Al-Qadr Betun, guru-guru Yayasan Al-Qadr Betun, siswa-siswi MTs Al-Qadr Betun dan beserta wali siswa dan Alumni MTs Al-Qadr Betun.

Dalam sambutannya Kepala MTs Al-Qadr Betun, Ahmad Yani, S.Pd. mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada SLI Dompet Dhuafa terkhusus Kawan Abdul Hamid yang telah mendampingi MTs dan berbagi ilmu baik kepada guru-guru maupun kepada siswa-siswi MTs.

“Beliau telah merelakan waktunya untuk mendampingi anak-anak dari pagi sampai sore bahkan sampai malam untuk mengajar anak-anak mengaji dan mengontrol serta membina anak-anak yang tinggal di asrama. Bahkan bukan hanya ilmu yang kami dapatkan untuk meningkatkan kualitas madrasah tapi juga bantuan buku bacaan, rak buku, papan display dan bantuan pembangunan WC”, ungkap Ahmad Yani.

Ketua Yayasan yang diwakili ustad Rauf juga menyampaikan hal yang sama bahkan dalam sambutan beliau menyampaikan bahwa pembelajaran dan pendampingan yang dilakukan oleh Pak Abdul Hamid sangat berkesan. Hal itu terbukti dengan kedekatan Pak Hamid dengan anak-anak. Selain itu beliau berharap “Pak Hamid tetap tinggal di Malaka dan mencari istri agar tetap mendidik anak-anak kami.”

Dalam sambutan Kepala kemenag Kabupaten Malaka yang diwakili oleh Kabag KTU, bapak Fransiskus Xaverius Kahi, menyampaikan bahwa kegiatan Literasi harus tetap dipertahankan dan diperluas ke sekolah-sekolah di bawah Kementerian Agama agar kualitas pembelajaran di sekolah bisa merata dan bersaing dengan sekolah-sekolah umum yang lain.

Kepala MTs, Ketua Yayasan dan Kemenag berharap tahun ini masih ada yang mendampingi MTs agar kualitas dan budaya sekolah tetap meningkat.

Di sela-sela acara siswa-siswa menampilkan tarian, musikalisasi puisi dan lagu untuk Pak Hamid yang membuat para hadirin terharu dan meneteskan air mata.

Setelah sambutan dari Kepala Subbag TU Kemenag giliran Kawan SLI untuk memaparkan hasil capaian program mulai awal pendampingan sampai akhir.

Sebelum menyampaikan hasil implementasi SSD (School Strategic Discussion) yang dilakukan oleh Kawan SLI beserta kepala madrasah dan guru-guru, terlebih dahulu Kawan SLI menyampaikan kembali lingkup, kriteria dan indikator Metode Uswah yang dijadikan sebagai alat ukur performa sekolah.

Selanjutnya, Kawan SLI menyampaikan hasil pengukuran akhir performa sekolah. Hasil capaian program selama satu tahun ada yang berjalan dengan baik dan ada juga yang belum berjalan secara maksimal. Akan tetapi, secara umum hasil performa sekolah mengalami kenaikan sekitar seratusan poin.

Kawan Abdul Hamid berharap kegiatan yang telah terlaksana tetap harus dilaksanakan untuk tahun-tahun berikutnya agar kualitas sekolah semakin meningkat yang ditandai dengan kepemimpinan sekolah yang maksimal, kualitas pembelajaran yang baik dan dan punya budaya sekolah yang khas dan unggul.

Di akhir penyampain, Pak Hamid mengucapkan terima kasih kepada kepala MTs, MI dan RA beserta guru-guru yang meluangkan waktunya untuk berpartisipasi dalam mengikuti pelatihan guru untuk mendukung kualitas pembelajaran di sekolah yang berciri khas literasi. Selain itu, Pak Hamid juga meminta maaf yang sedalam-dalamnya atas segala ucapan dan perbuatan yang sempat menyakiti hati para guru maupun siswa.

Kegiatan ditutup dengan pemberian Piagam kepada MTs dan sertifikat pelatihan pada guru-guru serta laporan akhir capaian hasil program pada ketua Yayasan, Kepala MTs dan Kemenag Kabupaten Malaka. Sekaligus perpisahan dan penarikan Kawan SLI 2 di MTs Al-Qadr Betun.

( Abd.Hamid)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru