oleh

Ini Pernyataan Sikap Ormas Islam Pangkep Atas Pembakaran Bendera Tauhid

-Berita, hukum-1.159 views

SUARATIMUR-PANGKEP. Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Kab. Pangkep,menyatakan sikap atas pembakaran bendera Tauhid oleh Oknum GP Anshor.

Fluralisme dalam Islam telah termaktub dalam Alquran Surah Al-Hujaraat;13 dan As-Sunnah sesuai peraktek yang telah dicontohkan oleh Muhammad saw, di Madinatul Munawwarah. Keragaman keyakinan suatu keniscayaan yang telah menjadi warna dalam kelangsungan hidup Hablun Minan Nas. Pengakuan Aqidah Islam terhadap perbedaan keyakinan di jelaskan oleh Allah dalam Surah Al-Kafiruun;6 (Untukmu agamamu dan Untukku agamaKu).

Toleransi perbedaan ini, menjadi nafas keaneragaman SUKU, RAS dan AGAMA dalam bingkai Negara Republik Indonesia.

Merujuk pada keanekaragaman kehidupan sosial budaya dalam Negara Kasatuan Republik Indonesia, maka ideologi Pancasila menjadi Postulat negara dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada setiap warga negara dan kelompok masyarakat. Jaminan bernegara dibawa payung Hukum merupakan garis lurus yang harus ditegakkan pada setiap individu dan kelompok masyarakat.

Berdasarkan ideologi Pancasila dalam bernegara, maka perilaku dan atau hal-hal yang melawan Pancasila harus ditindak sesuai Aturan Perundang-Undangan. Dalam kaitannya dengan fenomena penafsiran fluralis yang cenderung saling mengklaim kebenaran sesuai kelompoknya menjadi ancaman serius ideologi keragaman Pancasila.

Merujuk pada ancaman keragaman berbangsa ini, oleh FORUM UMMAT ISLAM BERSATU (FUIB) Pangkep MENGECAM KERAS atas tindakan oknum ORMAS BANSER yang melakukan Pembakaran Kalimat Tauhid pada Acara Hari Santri tanggal 22 Oktober 2019 di Alun-Alun Kab. GARUT.

Mengingat Issu pembakaran Kalimat Tauhid tersebut telah viral ke Pelosok Dunia dengan Kecaman Keras, maka FUIB Pangkep bersikap sebagai berikut;

1. Menindak tegas Ormas Banser yang melakukan pembakaran Kalimat Tauhid pada acara Hari Santri di Garut.

2. Menegaskan bahwa kalimat Tauhid yang dibakar Banser di Garut bukan Bendera HTI, tetapi kalimat Tauhid sebagai wujud aqidah Islam seluruh dunia.

3. Pembakaran kalimat Tauhid tersebut, telah melukai aqidah Islam Dunia yang dapat memicu kegoncangan sosial.

4. Tindakan Banser membakar Kalimat Tauhid, telah menodai fluralis bangsa yang dapat memicu keretakan NKRI.

5. Menegaskan kepada semua golongan dan kelompok menghentikan PERSEKUSI, agar fluralis tetap terawat dalam bangsa Indonesia.

6. Menegaskan kepada penegak HUKUM melakukan tindakan tegas kepada kelompok dan golongan SEADIL-ADILNYA.

7. Bila hal-hal pelanggar hukum yang mengancam ideologi Pancasila, dilakukan Pembiaran, maka Ummat Islam akan melakukan perlawanan secara terbuka.

Demikian pernyataan ini dibuat sebagai wujud tanggung jawab dalam menjaga keragaman berbangsa dan bernegara Republik Indonesia.

Pangkep, 23.10.2019

1. DR . Alwi Fatahillah, M. Si, M. Pd (Ketua)
2. Aco M. Paranrangi, S. Pd, M.Si( DPW FPI)
3.IR. Hasanuddin G. Kuna (BKPRMI)
4.Drs. Muhammad Darwis Azis (JT)
5.Syamsuddin, S. Pdi (Al-Wahdah Islamiyah)
6.Ardi,SH,(PKS)
7. Nasrum (Forum Islam Kaffah)
8. Amri Abu.ST. (GARBI)
9. Muhiddin (KAHMI)
10. Hamsah Sampo. S. Ip (Muhammadiyah)
11. Abd. Karim ( LPAS)
12. A. A. Mappiara (Ketua Umum Masjid Besar Arridwan Bungoro)
13. H. Syaifullah (Imam
Besar Masjid Bungoro & Ketua MUI Kec. Bungoro).(Aa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed