oleh

Doa Megawati Di Dalam Al Qur’an

-Religi, Sosial-1.011 views

Oleh: Albahri

SUARATIMUR-COM- Ternyata setelah merenungi dan menghayati Al Qur’an, terseliplah Doa Ibu Megawati di dalam kitab suci.
Di Bulan Ramadhan ini tentu kita memperbanyak doa, dan doa-doa yang ma’tsur tentu dari Al Quran dan Hadits Nabi yang shahih, dan doa-doa lain yang sesuai hajat kita.

Dari penelusuran doa-doa di Al Qur’an inilah penulis menemukan doa Ibu Megawati di dalam Al Qur’an, mantan pemimpin Republik ini beberapa tahun yang lalu.

Ini kemukjizatan bahwa Quran tetaplah menjadi bacaan yang up date sampai akhir zaman, walaupun itu turun abad ke-6 M yang lalu.

Tentu sebagai orang yang percaya, bahwa Allah akan memelihara Kitab ini sampai akhir zaman tidak ada yang bisa merubahnya, termasuk maknanya, bahkan ditantang siapa yang ingin merubahnya, dan sampai detik ini tidak ada yang bisa melayani tantangan itu.

Masih ingat ibu Megawati Soekarno Putri, pada saat puncak hari lahir Partai yang dipimpinnya yang ke-44, pada hari Senin 10 Januari 2017 beliau katakan:
_Di sisi lain, para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan dirinya sebagai pembawa *’self fulfilling prophecy’*, para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, yang notabene mereka sendiri belum pernah melihatnya,”_ kata Mega.

Artinya Beliau tidak mempercayai adanya hari kiamat, dan itulah pelecehan kepada Islam ideologis yang menganggap sebagai ideologi tertutup.

Sontak dikomentari banyak para tokoh, misalnya Cak Nun (Emha Ainun Najib) katakan: Tidak percaya hari akhirat, resminya itu Kafir. Tamsil Linrung juga berkomentar bahwa tidak percaya hari akhirat itu sama dengan ingkar kepada Al Qur’an.

Proyeksi masa depan adalah hal yang banyak diungkap di dalam Al Qur’an dan tidak terbantahkan satu persatu seiring berjalannya waktu, kejadian demi kejadian seperti yang diungkap Al Qur’an dibenarkan oleh fakta.

Seperti Qur’an katakan, bahwa: _Pada hari ini Kami selamatkan jasadmu (Fir’aun) agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda kekuasaan Kami._ (Surat Yunus: 92)

Pernyataan ini turun kepada Muhammad abad ke-6 M dikala dunia belum mengenal peralatan canggih, dan jasad Fir’aun baru ditemukan pada abad ke-18 dan difokuskan penelitian abad ke-19 oleh Ahli bedah dari Prancis Prof. Dr. Maurice Bucaille dan dari penelitiannya itu mengantarkan dia masuk Islam karena mana mungkin kitab lama itu sudah dijelaskan detil dalam Al Qur’an, yang sesuai dengan sebab kematian yang didapatkan dari hasil risetnya, jika bukan dari Allah penguasa alam semesta ini.

Seluruh bala tentaranya hilang lenyap ditelan bumi, dimakan ikan, dimakan cacing, tetapi Fir’aun tetap dijaga jasadnya sebagaimana janji Allah di dalam Al Qur’an.

Contoh lain proyeksi masa depan Al Qur’an: _di negeri yang terdekat dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan setelah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman_ (Ar Rum: 3-4)

Ketika ayat ini turun, orang kafir menertawakannya, karena mana mungkin bisa menang lagi, Persia sedang kuat-kuatnya, tetapi Qur’an katakan akan menang beberapa tahun lagi, dan itu terbukti.

Pada saat Al Qur’an turun bangsa Persia bangsa yang kuat tidak terkalahkan, namun kaum muslimin sangat berharap ketika dua negara adidaya masa itu Persia dan Romawi bertemu, agar bisa dimenangkan oleh bangsa Romawi, walau dua bangsa itu kafir tetapi harapannya itu bukan tanpa sebab, karena Romawi asalnya dari agama monoteisme, berbeda dengan Persia agama penyembah api.

Satu lagi penemuan teranyar di abad 21 ini informasi Qur’an tentang Gelombang laut dalam, ahli fisika terkejut dengan ini karena Qur’an sudah jelaskan 14 abad yang lalu dan mereka baru menemukannya di abad ini, luar biasa. Firman Allah: _seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh gelombang demi gelombang, di atasnya ada (lagi) awan gelap_ (An Nur: 40)

Kembali kepada peramal masa depan oleh Ibu Megawati, katakan. Qur’an juga jelaskan akan adanya hari kiamat, dan sebagai Muslim tentu kita mempercayai informasi wahyu ini.

Mengapa tidak mempercayainya, apakah karena tidak pernah dilihatnya, atau karena memang tidak percaya akan perjumpaan dengan Tuhan, orang yang seperti ini bisanya berdoa dengan apa yang difirmankan di dalam Al Qur’an, dan inilah Doa Ibu Megawati dan orang yang tidak percaya akan masa depan adanya hari akhirat:

لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا الْمَلَائِكَةُ أَوْ نَرَىٰ رَبَّنَا

_Mengapa bukan para malaikat yang diturunkan kepada kita atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?_ (Surat Al-Furqan 21)

Jadi yang diminta/berdoa untuk turun mengajarinya adalah malaikat, atau Allah yang lansung memperlihatkan dirinya, jika ulama-ulama yang memperingatkannya, tidak akan digubris, oleh karenanya ulama-ulama banyak yang dilecehakn jika berbicara tentang akhirat, mereka menganggap itu dongeng saja, sebab dianggapnya mereka juga tidak pernah melihatnya.

Semoga kepercayaan kita kepada hari pembalasan, senantiasa memotivasi untuk beramal terutama di bulan Ramadhan ini.

ALBAHRI
IG: @RuhBaru77.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru