oleh

Dinas Perikanan Dan Kelautan Kab Pangkep Luncurkan Program “Pusing Corona”

-Berita, Ekonomi, Sulsel-148 x dilihat

PANGKEP-SUARATIMUR.Com Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAPPP) terus mengembangkan inovasi teknologi yang dapat memacu kegiatan produksi di sektor kelautan dan perikanan untuk mensejahterakan masyarakat

Salah satu permasalahan yang dialami para petambak pembudidaya ikan khususnya di Kab. Pangkep yaitu program “Pusing Corona” (Pupuk Subsidi Hilang Cari Probiotik Perikanan).

Dengan program tersebut kepala Dinas Perikanan Kab. Pangkep Ir. Hj Andi Faridah menghadiri langsung panen percontohan polikultur udang vaname dan ikan bandeng menggunakan probiotik RICA (Research Insitute for Coastal Aquaculture) di Kabupaten Pangkep, Kamis (15/10/2020)

Kegiatan tersebut juga dihadiri secara virtual mewakili Kepala Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Ir. Yayan Hikmayani, S.Pi.,M.Si sebagai Kepala Pusat Perikanan serta Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan yang diwakili oleh kabid perikanan Ikhsan Hariyadi, S.Pi.,M.Si dan Kepala BRPBAPPP A. Indra Jaya Asaad, S,Pi.,M.Sc

Percontohan polikultur udang vaname dan ikan bandeng menggunakan probiotik rica dilahan tambak seluas 0,75 Ha berlokasi di Desa Manakku, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan

Panen percontohan polikultur udang vaname dan ikan bandeng menggunakan probiotik RICA ini  merupakan salah satu kegiatan dari Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAPPP) Maros dengan melibatkan 2 Kelompok binaan penyuluh perikanan, yakni Kelompok Pembudidaya Ikan Sipakainge dan Kelompok Pembudidaya Ikan Bandeng Sejahtera

Program percontohan polikultur berfokus pada penggunaan probiotik RICA. Probiotik RICA adalah bakteri probiotik yang diproduksi oleh Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan

Bakteri ini bersifat non patogen, memiliki kemampuan menghambat perkembangbiakan organisme pathogen, dan berfungsi sebagai bakteri pengurai dan penetralisir kualitas air, serta memungkinkan sebagai makanan di dalam perairan

Kegiatan ini mendapat pendampingan dari Peneliti dan Penyuluh Perikanan dari Satminkal Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Maros yang bertujuan sebagai sarana percontohan metode demonstrasi cara alih teknologi hasil riset ke penyuluhan dan Kelompok binaan penyuluh perikanan dan sebagai hilirisasi alih teknologi hasil riset kepada penyuluh perikanan dengan menerapkan teknologi tambak yang sehat menggunakan probiotik dan penggunaan pakan berbahan murah, ekonomis dan bisa diproduksi sendiri

Kepala Pusat Riset Perikanan, Yayan Hikmayani, S.Pi, M.Si mengatakan, Masalah dalam usaha budidaya ikan di tambak, seringkali penggunaan pupuk secara berlebihan

“Penggunaa pupuk secara berlebihan khususnya pupuk organik seperti Urea dan TSP  dapat menimbulkan berbagai masalah pada kualitas lahan budidaya dan air. Maka perlu adanya suatu langkah perubahan untuk mengatasinya” jelas Yayan

Yayan menilai Inovasi yang dilaksanakan atas kerjasama Dinas Perikanan Kab. Pangkajene dan Kepulauan dengan Balai Riset Perikanan Budidaya Air payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3) Maros sebagai upaya untuk mengatasi kelangkaan pupuk subsidi sementara pembudidayaan ikan memiliki ketergantungan yang besar terhadap pupuk

Disamping itu, masih tingginya akan kegagalan panen dalam melakukan usaha budidaya ikan, karena pembudidaya ikan tidak menerapkan teknologi anjuran Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB)

Sementara itu, Kepala Bidang Penyuluhan Puslatluh KP, Ikhsan menyebut, peran penyuluh untuk mempelajari inovasi yang telah dibuat oleh BRPBAPPP

“Peran para penyuluh di seluruh Indonesia bertujuan untuk bisa menyebarluaskan inovasi tersebut kepada seluruh pembudidaya sangat penting sehingga bisa diadopsi oleh para pelaku usaha” Beber Ikhsan

Lebih lanjut dikatakan bahwa kegiatan percontohan tidak berakhir di Panen saja tetapi perlu adanya evaluasi secara menyeluruh dari persiapan sampai panen sehingga kekurangan – kekurangan yang ada selama proses percontohan ini berjalan bisa diperbaiki

Sedangkan kepada penyuluh perikanan, Ikhsan berpesan agar terus berinovasi dan berkontribusi bagi pengembangan usaha kelautan dan perikanan. ikhsan menilai, pendampingan penyuluh perikanan tak bisa lepas dari kegiatan produksi perikanan oleh pelaku utama/pelaku usaha

Kegiatan unit percontohan KKP ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pangkep, menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Kabupaten Pangkep sebagai lokasi percontohan polikultur udang vaname dan ikan bandeng menggunakan probiotik RICA karena pembudidaya sudah tidak tergantung terhadap pupuk dimana kondisi sekarang ini pupuk semakin langkah

“Kami siap mendukung program dari pusat dan menciptakan sinergitas program pusat dengan Kabupaten pangkep,” ujarnya.

Terakhir kepala BRPBAPPP Indra Jaya menyampaikan bahwa kegiatan percontohan polikultur udang vaname dan ikan bandeng menggunakan probiotik RICA yang merupakan produk BRPBAPPP yang sudah di uji coba dan sudah dipergunakan secara luas oleh masyarakat

“Kegiatan percontohan awalnya hanya 1 lokasi saja namun karena adanya efisiensi sehingga bisa dilaksanakan di 2 (dua) lokasi yakni di Kab. Pangkep dan Kab.Maros dengan inovasi yang berbeda” tutup Indra

(Aa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru