oleh

Catatan Singkat Saya Tentang Komitmen Tonasa Terhadap Pemberdayaan Ekonomi Rakyat

Oleh Rahmat Nur

SUARATIMUR-PANGKEP. Tonasa nama yang sangat fenomenal bagi Kabupaten Pangkep, disanalah Pabrik Semen Tonasa I dibangun Tahun 1960 hingga beroperasi 2 November 1968, seiring pesatnya laju pembangunan, kebutuhan Semen pun meningkat hingga Tahun 1976 dibangunlah Pabrik Semen Tonasa II di kampung Siloro sekarang bernama Desa biringere, saat itu saya masih kelas 4 SD hadir sebagai penari gandrang Bulo menyambut Menteri Perindustrian Bapak M.Yusup pada peletakan batu pertama Pabrik yang diresmikan oleh Presiden Soeharto 1980, selanjutnya berturut turut 1986 didirikan Unit III, Tahun 1996 unit IV Berdiri dan Pabrik Unit V juga berdiri yang diresmikan Oleh Bapak Presiden SBY 2014 yang kebetulan saya hadir…!.bertepatan Ultah yang ke 50 saya ingin berbagi sekelumit cerita pengalaman pribadi terhadap PT. Semen Tonasa.

(* 2001 diawal pemerintahan Ibu Megawati kondisi perekonomian Negara masih mengalami krisis hingga timbul berbagai Kebijakan diantaranya rencana melepas beberapa asset BUMN termasuk 1 diantaranya PT.SEMEN TONASA. Ini menimbulkan pro kontra diantara masyarakat berita menyebar dan jadi polemik bahwa salah satu Perusahaan terbesar Pabrik Semen dari Mexico ingin mengambil alih Semen Tonasa melalui Skema put off.

Entah lobby siapa.. Cemex ternyata mendapat kesempatan untuk mensosialisasikan Profil Cemex dalam suatu acara Silaturahmi dengan ormas pemuda dan tokoh masyarakat Pangkep yang di fasilitasi oleh KNPI pangkep dibawah kendali Ketuanya sdr Lutfi Hanafi di gedung Serbaguna (dulu samping Rujab Bupati) ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh dukungan masyarakat Pangkep, yang justru sangat ditentang oleh Management dan Seluruh karyawan PT.Semen Tonasa melalui wadah SKST ikut hadir berdemo dengan membawa spanduk berisikan penolakan put off tsb.

Melalui juru bahasanya Wapresidir Cemex Mr. Manuel Antonio Noriega menjelaskan Keunggulan Cemex dalam mengelola perusahaan lebih efisien dan tentu akan berdampak pada pemberian kontribusi yang lebih besar pada bidang pendididikan, perbaikan kesehatan dan peningkatan sektor ekonomi bagi masyarakat dan tentu yg lebih utama tambah perolehan PAD bagi Pemda pangkep kedepan janji ini sangat menggiurkan.

Dalam acara tersebut terjadi perdebatan yang cukup panas dengan kehadiran kurang lebih 100 orang karyawan Tonasa dan Pengurus Kompak yang diketuai kala itu Alm Rahman Suppu mantan petinggi di Semen Tonasa yang memprotes penyelenggaraan acara tersebut membuat Sdr Lutfi hanafi sebagai penanggung jawab acara sekaligus moderator terprovokasi mengusir Ketua Kompak keluar gedung acara sangat miris melihat beliau alm Rahman suppu keluar meninggalkan acara dan semakin menambah kegaduhan akibat protes yang diteriakkan oleh beberapa orang pengurus SKST terhadap Cemex.

ditengah alotnya situasi tiba tiba salah seorang Tokoh pemuda pangkep yang fenomenal , mantan wartawan harian fajar dan seniman yang sangat kharismatik alm Sdr Asdar Muis menghentak menyampaikan pendapatnya fakta tentang PT,Semen Tonasa bahwa selama 30 tahun keberadaan Semen Tonasa hanya menguras Sumber daya alam Pangkep tanpa memberi kontribusi yang memadai, hanya memberi debu buat masyarakat pangkep bahkan terdapat kata kata yang lebih keras lagi ( tdk etis jika saya sampaikan),

pernyataan ini membuat seluruh Karyawan Tonasa yg hadir terdiam tanpa seorang yg tampil untuk
mencounter, situasi ini tampaknya menguntungkan Bagi Mr.Noriega. dan tentu itulah yang diharapkan agar masyarakat pangkep mendukung mereka mengambil alih Semen Tonasa.

Inilah Perjalanan Hidup, setiap orang bisa berbeda ! Pernyataan Alm Asdar Muis tersebut Tiba tiba menjadi Inspirasi bagi saya…! saat itu saya hadir Berbaju ormas AMPI..( kebetulan saya terdaftar sebagai anggota AMPI Sulsel yg diketua Pak Nurdin Halid,,saat masih karyawan Puskud HN ), Karena istri saya anak dari salah seorang karyawan Tonasa, secara moril saya terpanggil mengajukan pendapat berbeda “membela “ PT .Semen Tonasa..( belakangan sdr Lutfi Sahabat saya merasa kecolongan)… “kalau Sdr Asdar punya fakta saya juga punya fakta”.

1. Disana ada teman kita tetangga kita keluarga kita yang kerja baik di perusahan Induk maupun anak perusahan yang kerja itu bagian dari kontribusi PT.Semen Tonasa.

2. Multiplier ekonomi di pangkep bergerak itu karena keberadaan Semen Tonasa banyak sektor sektor ekonomi yang tumbuh.

3. Setiap tahun Pemda Pangkep menerima tambahan perolehan PAD, itu juga kontribusi ( ada pendapat itu kewajiban bukan kontribusi).

Bahwa selama 32 tahun orde baru berkuasa management (Direksi) Semen Tonasa memang kiblat mereka hanya ke pusat mereka hanya berkomunikasi denga pth pusat khususnya level dirjen dan menteri jajaran BUMN minimal Gubernur sementara pemda Pangkep hanya dipandang sebelah mata namun era otonomi daerah sekarang saatnyalah kita menuntut mereka untuk lebih meningkatkan kontribusinya tapi jangan sampai PT Semen Tonasa dilepas ke perusahaan Asing.

pernyataan saya ini ternyata mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari karyawan Tonasa (saya sempat melihat salah seorang staf humas Tonasa memotret dan menshoting saya) , tapi dengan sigap saya menyuruh mereka menghentikan tepuk tangan tersebut saya khawatir membuat antipati ormas pemuda yg lain terhadap saya terutama sdr lutfi hanafi…saya mengatakan pendapat saya ini tdk berarti saya mendukung Tonasa…( utk meredam jangan sampai teman ormas sinis ke saya ) suasana jadi mentah …status quo ..akhirnya acara bubar…tanpa hasil pasti……

Beberapa hari kemudian bersama teman Ilham Muchtar saya menemui Dirut Tonasa utk diskusi saat itu Bapak Ir.Sadman MBA, saya menyampaikan apakah bapak telah mendengar betapa skeptisnya suara masyarakat Pangkep terhadap PT.Semen Tonasa dalam acara yang KNPI dan cemex, saya menyarankan beberapa terobosan untuk mengambil hati masyarakat Pangkep dan juga memperbaiki humbungan dengan Pemda.(kebetulan saat itu hubungan pemda dan Tonasa lagi tegang..soal urusan Tagihan pajak penerangan Jalan Rp 600.000.000., yang sempat mencuat di harian fajar..)..Kala itu Pak Dirut merespon dengan langsung menaikkan Bantuan permodalan untuk pengusaha kecil (saat ini dikenal CSR) Dari Rp.300. 000 .000 menjadi Rp 1.000.000.000 angka itu cukup fantastis ( saat ini saya dengar sdh mencapai puluhan miliar).

Pertemuan saya dengan pak Dirut saya sampaikan ke Bapak Bupati kala itu Gaffar Pattappe…saya tawarkan agar pak Bupati mau menerima bertemu langsung dengan Pak Dirut Tonasa utk membicarakan perbaikan hubungan timbal balik antara pemda dan Tonasa….2 kali saya bikin acara 1 kali Di auditorium Tonasa Pak Bupati yang berkunjung. 1 kali di ruang pola ktr Bupati (ktr bup lama ) pak Dirut yang berkunjung … semua atas biaya Tonasa ..dihadapan para rekanan dan pengusaha lokal Pangkep Pak Dirut mengemukakan komitmen Tonasa untuk lebih memberdayakan Pengusaha lokal sebelumnya saya berpidato menyampaikan maksud diadakannya acara silatruhmi Dirut dengan para rekanan dan pengusaha lokal Pangkep.!..beberapa waktu kemudian pajak penerangan jalan pun saya dengar terbayarkan.!

Masih banyak dan panjang cerita tapi saya batasi cukup sampai disini ..selamat Hut ke 50 PT Semen tonasa semoga tetap jaya ..!

Melihat hubungan saya dengan Pak Dirut disitulah meminta saya utk meloby Pak dirut agar mitra Pembangunan Perusahan beliau bisa jadi Distributor Semen Tonasa dan berhasil..itulah awal hubungan persahabatan saya dengan Syamsuddin (kini Bupati Pangkep 2 periode..) hingga setelah saya selesai melaksanakan Tugas Di KPU Pangkep saya di jadikan Sekretaris Golkar oleh Beliau hingga sekarang ..! # alfatiha’ Buat Alm Asdar Muis ..secara tidak langsung beliaulah yang membuka jalan buat saya ! Berkarier Di Partai Golkar karena Bersahabat denga Pak Syamsuddin..semoga Th 2019 masyarakat memilih saya jadi Anggota DPRD Pangkep aamin.!.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed