oleh

Aliansi Umat Islam Jeneponto Menolak Waria Ikut Serta Lomba Gerak Jalan Indah HUT RI

-Berita, Sulsel-3.841 x dilihat

SUARATIMUR – JENEPONTO- Momentum hari kemerdekaan republik indonesia ke 74 di kabupaten Jeneponto makin meriah dengan pelaksanaan berbagai lomba diantaranya gerak jalan indah.

Namun Aliansi Umat Islam kabupaten Jeneponto memberikan sikap terkait dengan lomba gerak jalan indah yang mengikutsertakan para wanita pria (waria. red). Aksi wadah ini di ruang rapat Sekda Jeneponto Lantai 2 kantor bupati, Rabu (14/8/2019)

Aliansi Umat Islam kabupaten Jeneponto yang di wadahi oleh beberapa organisasi keagamaan diantaranya Wahdah Islamiyah Jeneponto, jemaah masjid Nurul Iman bonto sunggu.

Adalah persatuan waria Jeneponto (perwajen), dikabarkan telah turut serta mendaftarkan diri dalam kompetisi lomba gerak jalan indah Jeneponto

Menurut Koordinator Aliansi Umat Islam Jeneponto, keterlibatan waria/bencong dalam gerak jalan indah merupakan merusak tatanan masyarakat karena perilaku menyimpan yang melanggar fitrah.

“Kami menolak bila ada gerak jalan waria, harus ditiadakan di seluruh kecamatan Jeneponto terutama dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 74”, terang Rinto Toto

Kami minta Bupati, ketua DPRD Jeneponto, Kapolres Jeneponto, Kodim Jeneponto, Satpol PP Jeneponto untuk menjaga masyarakat dari pengaruh LGBT (Lesbian Gay, Bisex, Transgender) karena jelas menyimpang.

Dr.dr Syafruddin Nurdin, M.Kes Sekda Jeneponto mengatakan, pada dasarnya pemerintah memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat yang sifat dasarnya untuk silaturahmi.

Pemerintah tidak pernah mengundang, namun sekedar mengingatkan kepada masyarakat bahwa tiap bulan agustus memperingati hari kemerdekaan republik indonesia untuk bersama-sama memeriahkan.

“Lomba gerak jalan hanya diperuntukkan untuk putra dan putri. Nah bila ada diluar itu maka wasit akan di buat bingung, ini diluar kriteria dan multi tafsir, menyatakan kebenaran itu pahit”, kata Sekda

Selain itu, tidak layak dan dipertontonkan kepada masyarakat perilaku waria ini, diantaranya tata krama berpakaian. Saya telah koordinasi dengan bapak bupati juga wakil bupati agar waria tidak di ikutsertakan dalam lomba HUT RI.

“Saya sudah putuskan dan sudah disampaikan ke panitia lomba gerak jalan ibu Verawati bahwa waria jangan diikutkan sebagai peserta gerak jalan, jangan sampai Jeneponto dibuat malu”, tegas Dr.dr.Syafruddin Nurdin M.Kes

Aliansi Umat Islam kabupaten Jeneponto yang di wadahi oleh beberapa organisasi keagamaan diantaranya BKPRMI, Wahdah Islamiyah Jeneponto, jemaah masjid Nurul Iman bonto sunggu, MFM, IMMT, DDTI, PSI, LAN, BALKOP, Penggiat Sosial, LSM, Tokoh Pemuda dan tokoh Masyarakat.

(Sheva & Karpas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru