oleh

212, Kemukjizatan Al Qur’an Era Modern

Oleh: Albahri

SUARATIMUR – COM- Awalnya dicuekin oleh penguasa atas tuntutan ummat Islam karena penistaan Al Qur’an oleh Tuan Ahok.

Kemudian terjadilah gelombang demonstrasi di seluruh kota besar di Indonesia bahkan kecaman ummat Islam dari seluruh dunia, akan tetapi Penguasa kala itu Presiden Jokowi seakan tetap melindungi Tuan Ahok.

Aksi bela Islam bela #Al-Qur’an mendatangi istana tetapi Tuan Presiden tidak menemui peserta aksi, padahal jutaan ummat Islam datang, malah ulama dan ummat Islam diserang dengan gas air mata.

Kemudian ummat Islam konsolidasi selanjutnya untuk turun aksi yang lebih besar lagi tanggal 2 bulan 12 atau disingkat 212.

Gelombang ummat yang datang dari berbagai penjuru, mengingatkan ketika ummat Islam bersatu dalam satu titik di Arafah.

Dibalik tuduhan Radikal, tidak ada satupun tuduhan itu terbukti, malahan menampilkan aksi yang damai, rumput Monas tidak ada terinjak, sampah tidak ada yang berserakan, silaturrahim dan saling memberi terasa sekali, ruhiyah peserta aksi semakin bertambah, aksi yang dirindukan.

Belum ada organisasi ataupun instansi pemerintah bisa mengumpulkan orang sebanyak itu. Padang Arafah setiap 9 Zulhijjah terkumpul orang kurang lebih 2 jutaan pada waktu yang bersamaan dan pada aksi 212 banyak pakar katakan lebih kurang 5-7 jutaan orang, disebabkan meluber sampai beberapa ruas jalan sekitar Monas.

Saya mau katakan, 212 adalah kemukjizatan Al Qur’an era modern yang bisa mengumpulkan orang sebanyak itu, datang dengan sukarela tanpa dibayar, tampa iming-iming hadiah materi. Liar biasa, amazing, dunia Islam dan barat tercengang dengan peristiwa itu. Mukjizat adalah kejadian luar biasa yang tidak bisa ditandingi. Karena Al Qur’an, mengumpulkan hati-hati mereka.

Setelah aksi 411 aksi sebelum aksi 212 pemodal gabung dengan instansi pemerintah untuk adakan acara semacam itu, kira-kira untuk menyaingi massanya, ternyata hanya menanggung malu, karena pesertanya sedikit sekali. Begitulah karakter mukjizat, sebagai pelemahan dari tantangan orang kafir.

وَلَا يَحۡسَبَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ سَبَقُوٓاْۚ إِنَّهُمۡ لَا يُعۡجِزُونَ

Dan janganlah orang-orang kafir mengira, bahwa mereka akan dapat lolos (dari kekuasaan Allah). Sungguh, mereka tidak dapat melemahkan Allah. (Al-Anfal ayat 59)

Saran dan Kritik: 081342581111
#RuhBaru77
ALBAHRI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru