oleh

Rindu Untuk Ibu,…

-Berita, Sosial-22 views

# Ris Aulia Mhuzdaliva #

Masih segar luka goresan semenjak kepergianmu
Meninggalkan puing-puing kisah dalam separuh hidupku
Menjadi alasan untuk setiap deraian air mataku
Menjejakkan bayangan-bayangan pahit di setiap langkahku.

Sedih bercampur pilu
Tangis bercampur rindu

Tak mampu ku topang langkah
Ketika kakiku begitu kaku menuju persinggahanmu
Arus darahku tak mampu lagi mengalir
Ketika mata mulai membuahkan butir-butir
Menyaksikan rumah terakhirmu

Bersimpuh lemah aku disamping pusaramu
Bercerita akan hidup yang kian menyiksa batinku tanpamu
Aku lemah, seperti debu
Aku lemah, seperti angin

Ibu, kau berbeda dari yang lain.
Kau tak seperti mereka
Kau mengajarkanku mencintai tanpa syarat
Kau tuntun aku untuk mengenal si lembut
Kau bimbing aku lantang menantang maut dan pantang untuk jatuh.
Diwajahmu aku melihat surga-Nya

Teringat senyuman terakhirmu
Perih menahan sembiluh
Ketika kau harus menahan pilu
Menyaksikan tubuh yang semakin kaku.

Bagaimana bisa diriku membayangkan
Si sulung yang kau tinggalkan begitu cepat
Si sulung yang masih membutuhkan kasih sayangmu
Si sulung yang Setiap hari tumbuh menjadi gadis dewasamu

Semoga kau tenang disana Bu,
Menjadi kekasih didalam jannah-Nya,
Kini, tak mampu kudekapmu lagi
Kini, tak mampu kusentuh wajahmu lagi
Hanya mampu kulantunkan Alfatihah ditiap waktuku, mengiringi perjalanan abadimu.
Aku merindukanmu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed