Ormas Islam, MUI, Dan Masyarakat, Menolak Keras,Pengukuhan Dan Pemilihan Miss Waria Kabupaten Pangkep

15856 views

SUARATIMUR-PANGKEP. Rencana akan diadakannya pengukuhan pengurus Waria dan Pemilihan Miss Waria Kabupaten Pangkep, menuai protes keras dari berbagai kalangan Ummat beragama dan masyarakat Umum di Daerah ini.

Penolakan yang Paling keras dari Front Pembela Islam Kabupaten Pangkep dan Forum Bersama Ummat Islam Kab. Pangkep, Hal ini disampaikan Ketua DPW FPI yang sekaligus Sekertaris Presidium FBUI Kab. Pangkep di Masjid Agung 8 April 2018.

” Saya tidak habis fikir Kenapa Pemda memberikan ruang dengan Kaum Shodom yang sudah Di Kutuk Allah SWT, Kami dan semua Ormas islam, Tokoh masyarakat dan Pemuda di Daerah ini sudah membuat Pondasi nilai nilai Syariat Islam, Lewat KPPSI Kab. Pangkep, yang tetap dalam naungan NKRI, sehingga saat Almarhum Syafruddin ( Mantan Bupati Pangkep), mencanangkan Perda Syariat Islam, Desa Percontohan Syariat Islam, dan berbagai kebijakan yang dengan Tegas melarang Kegiatan yang bernuansa Maksiat dan pelecehan Ajaran Agama, Tapi dengan diberikannya Izin kegiatan yang Dilaknat ini, bagi kami ini suatu Kemunduran”. Ungkapnya dengan Kecewa.

Kegiatan yang diselenggarakan Kerukunan Waria Pangkep, akan berlangsung pada hari Jumat dan sabtu 13/14 April 2018,di Hotel Mattampa Pangkep.

Forum Bersama Ummat Islam lewat Ketua Presidium DR. Alwi Fatahillah dengan tegas menolak kegiatan ini.

Kegiatan yang menjijikkan ini Pengukuhan Pengurus Waria tsb. Forum Ummat Islam Bersatu Kab. Pangkep menyatakan menolak dengan Pertimbangan
1. Bertentangan dengan Ajaran Islam.
2. Negara Republik Indonesia adalah negara yang berketuhanan Yang Maha Esa, bahwa kegiatan yang bertentangan dengan agama tidak diperkenakkan dilaksanakan.
3. Masyarakat Pangkep adalah masyarakat religius, hidup damai dalam melaksanakan sesuai dengan keyakinan. Bila kegiatan WARIA tersebut dilaksanakan di Mattampa, Kec. Bungoro Kab. Pangkep berarti menodai keyakinan keagamaan yang dapat menimbulkan gejolak sosial masyarakat. 4. Waria (Wanita-Pria) atau bagian dari LESBY, GAY, BESEKSUAL, TRANSGENDER (LGBT) merupakan fenomena KONTROVERSIAL yang tidak mendapat legal standing dalam hukum Indonesia.
5. Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Pemda Kab. Pangkep melalui Kesban Nomor: 019/IV/KKBP/2018, bertentangan dengan UU Keormasan.

Sebab suatu organisasi hanya dapat diakui bila memenuhi syarat atau tidak bertentangan budaya, nilai, dan ajaran keyakinan keagamaan.
6. Mendesak pada Pemerintah membatalkan kegiatan tsb.
7. Mengajak kepada ummat Islam menolak kegiatan tsb…
8. Bila Pemda Kab. Pangkep tetap mengizinkan kegiatan WARIA di Mattampa tanggal 13-14 April 2018, maka kami bersama ummat Islam akan membubarkan.

Pada saat di Komfirmasi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Pangkep Drs. H. Waqi Murtala,MM menyesalkan adanya kegiatan yang melecehkan ummat Islam dan khususnya warga Pangkep.
” Kenapa Pemda memberikan Izin, saya termasuk yang menolak Kegiatan Kaum Nabi Luth ini, dan kita akan berdialogh dengan Pemda”. Tuturnya. (Ml)

dan Dan Pemilihan islam Kabupaten Keras masyarakat Menolak Miss mui Ormas pangkep Peengukuhan Waria

Posting Terkait