Memperingati Hari Bumi Gabungan Lembaga Pecinta Alam Gelar Aksi Teatrikal

158 views

SUARATIMUR-MAKASSAR. Dalam rangka memperingati hari bumi, sejumlah mahasiswa pecinta alam di Makassar, Sulawesi Selatan menggelar sejumlah aksi. Aksi teatrikal yang digelar mahasiswa tersebut yakni membangikan bibit pohon hingga memungut sampah yang berserakan di jalanan.

Kegiatan itu dilaksakan bertepatan dengan hari bumi 22 april di Play Over Kota Makassar, minggu 22/4/2014.

Aksi tersebut dilakukan dengan membawa replika bumi di Fly Over Jalan Urip Sumoharjo, Panakukang, Makassar. Mereka berjalan kaki sambil melakukan teatrikal, memungut sampah hingga membagikan bibit pohon.

“Kami melakukan aksi ini untuk memperingati hari bumi. Kita mau sampaikan ke masyarakat bahwa pentinganya menjaga lingkungan mulai hal terkecil seperti tidak membuang sampah,” kata koordinator aksi, Andi Syahrul.

Ex Ketua Umum KPA Rafflesia Makassar Muhammad Alif Syahputra saat di komfirmasi via WA mengatakan bahwa ” Bumi adalah pusat alam semesta olehnya itu wajib kita menjaganya. dan mari sayangi bumi, Lestarikan kehidupan diatasnya “.Ucap Muhammad Alif Syahputra “Rf Bambu”.

Kegiatan itu dilaksanakan dengan berbagai lembaga pencinta alam di kota makassar ada KPA Rafflesia makassar, Rampala Sul-sel, Kompal Sul-sel, KPA Teratai & Jelajah nusantara.

Dalam pernyataan sikap lembaga pecinta alam tersebut menyampaikan bahwa ” tanggal 22 April diperingati sebagai hari bumi internasional, ironisnya bumi semakin, mengalami kerusakan akibat eksploitasi sumber daya alam secara massif, termasuk di Indonesia. Industri sawit, tambang memberi kontribusi yang signifikan terhadap perusakan lingkungan dan konflik sosial yang semakin meruncing. Industri ekstraktif cenderung rakus akan lahan, sehingga penyerobotan lahan dan pengggusuran masyarakatpun tidak dapat dihindarkan.

Sejak dahulu hingga kini, industri-industri ekstraktif mengincar kawasan hutan. Kawasan hutan banyak dialihfungsikan menjadi perkebunan besar kelapa sawit, karet, dan juga areal per tambangan. Dengan kondisi ini, kawasan hutan yang selama ini dijadikan tempat hidup dan tempat masyarakat adat dan masyarakat lokal mencari nafkah menjadi sangat mudah untuk serebot dan diambil alih untuk keperluan perusahaan”.(Attar).

Aksi Alam Bumi Gabungan gelar hari Lembaga. Pecinta Peringati Teatrikal

Posting Terkait