oleh

LPAS Sulsel : Waspada, Pare-pare dan Pangkep Wilayah Perkembangan Syiah


SUARATIMUR.COM, PANGKEP – Semakin maraknya aliran sempalan atau kepercayaan yang menyimpang dari ajaran Islam, utamanya pengikut aliran sesat syiah menjadi perhatian serius Ormas Islam utamanya Laskar Pemburu Aliran Sesat Indonesia (LPAS),

Adapun tentang peningkatan pengikut Syiah di Sulawesi Selatan, berdasarkan data dari Laskar Pemburu Aliran Sesat (LPAS) Makassar, Syiah berpusat di Kota Parepare, dengan total jumlah pengikut sekitar 3.000 orang.  Di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan yang berbatasan langsung dengan Kota Makassar yang merupakan basis Syiah terbesar di sulawesi Selatan.

Hal ini disampaikan Panglima Laskar H. Muhammad Syiddiq, Sabtu 21 Oktober 2017. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat juga sebelumnya telah memfatwakan bahwa aliran sesat Syiah sesat dan menyesatkan.

Peneliti Syi’ah dari Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (INPAS) Surabaya, Kholili Hasib, M.A mengungkapkan beberapa fakta tentang kesesatan Syiah. Sebelum membahas kekeliruan Syiah harus kita pahami dahulu bahwa Syiah Indonesia adalah Syiah Itsna Asyariah bukan Zaidiyah.

Syiah Itsna Asyariyah adalah Syiah yang percaya 12 Imam atau disebut Imamiyah. Syiah ini yang mayoritas ada di dunia termasuk rezim yang berkuasa di Iran. Syiah Imamiyah inilah yang disebut Rafidhah. Karena mereka mencaci bahkan mengkafirkan para sahabat Nabi.

Ciri khas utama Syiah ada dua yakni kultus berlebihan pada Ali serta keturunannya dan pelecehan terhadap sahabat Nabi.

pemikiran Syiah tentang al-Qur’an, hadits, politik, fiqih diasaskan oleh kultus Ali dan benci kepada para sahabat.Konsep ketuhanan juga dipengaruhi ideologi kultus imamah. Konsep ke esa an Syiah berbeda dengan konsep keesaan dalam Islam.

Kitab al-Kafi-kitab hadits syiah yang utama menjelaskan bahwa yg dimaksud musyrik adalah menyekutukan imam Ali dengan imam yg lain. Lebih jelas lagi dalam kitab Bihar al-Anwar,kitab rujukan Syiah, yg mengatakan “Siapa saja tidak percaya Ali adalah Imam pertama adalah kafir,”.

Jadi yang dimaksud syirik bagi Syiah bukan sekedar menyekutukan Allah tapi juga menyekutukan Ali dalam hal kepemimpinan.

Jadi syiah itu sejatinya golongan takfiriyah yang sebenarnya. Mengkafirkan kaum muslimin karena tidak mengangkat Ali sebagai imam pertama.

Non Syiah, orang selain Syiah mereka sebut nawashib. Sebutan hina. Nawashib menurut imam-imam mereka halal hartanya.

Syiah menyesatkan para aimmatul madzahib imam madzhab yang empat, Ahlussunnah. Mereka disebut ahlul bid’ah, kafir dan sesat (kitab al-Syiah hum Ahlussunnah).

Dan yang paling menyakitkan Istri tercinta Nabi, Aisyah, disesatkan. Imam Thabrasi mengatakan kemuliaan Aisyah gugur karena melawan Ali, dia ingkar kepada Allah.

Syiah mengkafirkan sahabat. Menurut mereka hanya 3 sahabat yang Islam yakni Abu Dzar, Salman, dan Miqdad.

Kenapa Syiah menghalalkan mut’ah. Lagi-lagi karena yg meriwayatkan haramnya mut’ah itu Umar bin Khattab. Karena kebenciannya itu haditsnya ditolak.

Kenapa Syiah menolak mushaf utsmani sebagai al-Qur’an? Karena yang menyusun itu Utsman yg mereka benci.

Dalam kitab Thaharah, Khomaini menyebut sahabat itu lebih jijik daripada anjing dan babi. Syaikh Shoduq ulama Syiah, mengatakan darah nawasib (muslim sunni) itu halal.

Imam Khomaini pernah berfatwa bahwa nawasib itu kedudukannya sama dengan musuh yang wajib diperangi (ahlul harb). Syiah punya rukun agama bernama taqiyah. “La dina liman la taqiyata” artinya tidak beragama yang tidak taqiyyah, disebut dalam al-kafi.

Karena taqiyah itu, Imam Syafii berpesan bahwa golongan yang paling banyak bohongnya itu Syiah. 

(ac)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed