oleh

Jelang UN Lazismu Motivasi Siswa SMP, Isak Tangis Warnai Renungan Dan Doa

SUARATIMUR-PAREPARE. Ujian Nasional tingkat SMP secara serentak ini sebentar lagi akan dihelat, berbagai tanggapan dan persiapan yang dilakukan pihak sekolah an siswa agar menghadapi ujian dengan baik.dan bisa lulus dengan nilai maksimal.
Salah satu bentuk persiapan adalah persiapan mental.

Beberapa sekolah menggandeng Lazismu kota Parepare untuk membangun kepercayaan para siswa menghadapi ujian Nasional tersebut, dengan model acara motivasi, renungan dan doa, sesi pertama diselenggarakan oleh SMP N 2 unggulan kota Parepare diikuti oleh 350 siswa dilaksanakan pada tgl 7 April 2018 di masjid Taqwa Lakessi, Sesi kedua Oleh SMP N 4 diikuti 150 siswa pada hari jumat 13 April 2018 diaula Sekolah tersebut didampingi lansung oleh Kepala Sekolah Makmur,S.Pd,MM dan beberapa guru kelas, sesi ketiga oleh SMPN 9 Parepare diikuti sekitar 270 siswa dilaksanakan 14 Maret 2018 di masjid Al Hidayah Kampung Baru Kota Parepare.

Saiful Amir,Sekretaris Lazismu kota Parepare yang diundang selaku motivator memdampingi sekaligus memandu renungan dan doa mampu membangkitkan kepercayaan siswa untuk mengikuti ujian demgan baik.

Rangkaian acara yang diawali dengan pembacaan kalam ilahi,Shalawat, Games,Renungan dan doa.Dalam renungan tersebut nyaris semua peserta hanyut dalam syahdunya doa sehingga isak tangis peserta tak bisa ditahan.

“Kami mengajak adik-adik pelajar untuk yakin dan PD, diselingi doa dan dzikir tentunya dengan model jaman Now. Kami tawarkan metode menyenangkan dan menggembirakan, namun tetap syahdu.ungkap Saiful.

Poin utamanya menghadapi ujian dengan enjoy, gembira dan percaya diri.disesi akhir Lazismu mengajak seluruh siswa untuk bergabung dalam.Filantropis Cyber Army (FCA) untuk mengampanyekan, melike,menshare program program Lazismu Parepare baik melalui Facebook maupun Instagram dan aosmed lainnya.

” Yang kedua, setelah dinyatakan lulus, kami ajak adik-adik berikrar untuk tidak melakukan “ritual Tahunan” yakni Corat-coret baju seragam.budaya ini budaya syaitan membuang – buang barang, semestinya bisa di kumpulkan melalui Lazismu dan diserahkan ke Panti Asuhan atau adik kelas yang lebih butuh, ketiga mereka berikrar setelah lulus tidak akan melakukan konvoi kendaraan bermotor sebagai ekspresi euforia kegembiraan karena lulus ujian, tapi mereka berjanji setelah lulus mereka akan bersedekah kepada fakir miskin.dan mereka Siap.Inilah poinnya sehingga Lazismu ikut terlibat mendampingi mereka”. Tutup Saiful ( Sfl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed