oleh

CCTV HOTEL ALEXIS DIBUKA, SIAPA SAJA PELANGGANNYA,??

Suaratimur-Jakarta.  Dampak Ditutupnya Hotel dan Griya Pijat Alexis membuat para hidung belang Kalang kabut,  baik dari Kalangan atas maupun orang awam yang pernah mengalami dan merasakan sensasi kehidupan malam di Alexis.

“Harus dibuka aja pelanggannya siapa. Kenapa jadi heboh, kan gitu. Buka aja pelanggannya di situ,” ujar Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 1 Nov 2017.

Taufik punya alasan mengapa data ‘pelanggan’ Alexis mesti dibuka ke publik. Taufik ingin masyarakat tahu mana yang munafik dan yang tidak. 

“Buka semua, CCTV-nya. Biar masyarakat tahu mana yang munafik, mana yang nggak. Masa kita beritanya dibikin pusing Alexis,” ucap Taufik. 

Lebih lanjut, Taufik menyebut persoalan Alexis sebenarnya tak perlu dibuat heboh. Menurutnya masih banyak persoalan di negeri ini yang lebih penting untuk diurus. 

” Buka aja CCTV-nya supaya tidak jadi fitnah. Pelanggannya siapa, Mana yang munafik, mana yang nggak, gitu,” seloroh politikus PAN itu. 

Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Aspija), Erick Halauwet,  mengatakan ditutupnya Alexis Kontribusi ke Pemprof DKI bakal hilang “Kontribusi Sekitar Rp 4 miliar untuk Alexis. kalau tidak salah. Rp 4 miliar itu biaya setor pajaknya per tahun. Gede kan itu, hiburan kan paling besar pajaknya 35%” kata Erick.

Dengan ditutupnya Hotel dan Griya Pijat Alexis tersebut, kata Erick, maka Pemprov mengalami kerugian yang cukup besar atas PAD-nya.

“Ya jelas lah, rugi pasti. Namanya kita cari win-win solution biar semua enak,” pungkasnya.

Namun, sebelumnya pihak Alexis mengklaim memiliki kontribusi besar bagi pendapatan pajak DKI Jakarta. Per tahun, setoran pajak Alexis diklaim sebesar Rp 30 miliar.

“Kalau tidak salah Rp 30 miliar per tahun,” kata Legal & Corporate Affairs Alexis Group Lina Novita dalam jumpa pers di Hotel Alexis.(Ac). 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed